Klaim Trump dan Tanggapan Eropa Saat Iran Buka Selat Hormuz

Klaim Trump dan Tanggapan Eropa Saat Iran Buka Selat Hormuz


aiotrade,
JAKARTA Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan bahwa jalur pelayaran Selat Hormuz telah sepenuhnya dibuka setelah tercapainya gencatan senjata di Lebanon. Namun, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap kapal dan pelabuhan Iran akan tetap berlaku.

Dalam unggahan di media sosial X, Araghchi menyatakan pada Jumat (17/4/2026) bahwa jalur pelayaran strategis tersebut kini terbuka sepenuhnya sesuai dengan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang mulai berlaku sehari sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa kapal komersial dapat melintasi rute yang telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran.

"Seiring dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur pelayaran bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya dibuka untuk sisa masa gencatan senjata, melalui rute terkoordinasi sebagaimana telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran," tulis Araghchi dalam unggahannya.

Sementara itu, Trump merespons pengumuman Iran lewat platform Truth Social. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Teheran. "Iran baru saja menyatakan bahwa Selat Hormuz sepenuhnya terbuka dan siap untuk dilalui secara penuh. Terima kasih!" tulis Trump di platform tersebut.

Namun, dalam unggahan berikutnya, Trump menegaskan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap kapal dan pelabuhan Iran akan tetap berlaku sampai kesepakatan dengan Iran selesai 100%. Ia juga mengklaim bahwa Iran telah setuju untuk tidak pernah menutup Selat Hormuz lagi.

Tanggapan dari Prancis hingga Inggris

Paralel dengan pembukaan Selat Hormuz, Prancis dan Inggris mengadakan pertemuan yang melibatkan sekitar 40 negara. Negara-negara tersebut sepakat untuk berperan dalam memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyambut baik berita tentang pembukaan kembali selat tersebut. Menurutnya, upaya pemulihan kebebasan navigasi akan berkelanjutan dan diharapkan dapat diterapkan.

Dia menyatakan bahwa Inggris dan Prancis akan memimpin misi multinasional yang benar-benar damai dan defensif untuk melindungi kebebasan navigasi segera setelah kondisi memungkinkan.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa berbagai negara yang terlibat dalam pertemuan tersebut menuntut pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh, segera, dan tanpa syarat oleh semua pihak. "Kita semua menentang pembatasan atau sistem perjanjian apa pun yang pada kenyataannya akan sama dengan upaya untuk memprivatisasi selat tersebut, dan tentu saja, sistem pungutan apa pun," ujarnya.

Finlandia juga memberikan tanggapan atas pembukaan Selat Hormuz. Presiden Finlandia Alexander Stubb menyambut baik pengumuman Iran tentang pembukaan Selat Hormuz. "Solusi yang langgeng membutuhkan diplomasi," kata Stubb dalam postingannya di X.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres juga menyambut baik pembukaan Selat Hormuz oleh Iran dan menyatakan bahwa ini adalah langkah ke arah yang benar.