KLH Bawa 116 Ton Sampah Pasar Cimanggis, Tumpukan Nyaris Setinggi Gedung

admin.aiotrade 19 Des 2025 3 menit 13x dilihat
KLH Bawa 116 Ton Sampah Pasar Cimanggis, Tumpukan Nyaris Setinggi Gedung

Penanganan Sampah di Pasar Cimanggis

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) melakukan pengangkutan sebanyak 116 ton sampah dari Pasar Cimanggis, Kota Tangerang Selatan. Masalah ini muncul setelah warga mengeluhkan tumpukan sampah yang mencapai atap pasar, sehingga menimbulkan bau menyengat dan mengganggu aktivitas perdagangan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menanggapi keluhan tersebut, KLH/BPLH segera mengerahkan petugas gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan dan dinas pasar untuk memulai pengangkutan sampah pada hari Rabu (17/12). Langkah ini dilakukan guna mengatasi masalah yang semakin memburuk dan mengganggu lingkungan sekitar.

“Ke depan, KLH/BPLH akan mendorong penguatan sistem penampungan dan pengawasan agar persoalan sampah di pasar dapat dikendalikan secara berkelanjutan,” ujar Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq dalam keterangan resmi yang dikeluarkan pada Jumat (19/12).

Sampah yang diangkut berasal dari aktivitas pasar dan kegiatan masyarakat sekitar. Area yang sebelumnya dipenuhi tumpukan kini mulai dibersihkan secara bertahap. Sebagai langkah lanjutan, KLH/BPLH melakukan pengerasan lokasi dan menyiapkan kontainer sebagai Tempat Penampungan Sementara (TPS). Selain itu, pengangkut sampah hidrolik juga akan ditempatkan di area yang telah dibersihkan, untuk memastikan sampah pasar tertangani dengan baik dan tidak kembali menumpuk.

Di samping itu, KLH/BPLH meminta pembentukan satuan tugas (satgas) di titik rawan pembuangan ilegal untuk menjaga kebersihan pasar secara konsisten. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan sampah kembali di masa mendatang.

Imbas Perbaikan TPA Cipeucang

Penumpukan sampah di Tangerang Selatan disebabkan oleh penutupan sementara TPA Cipeucang yang telah berlangsung selama sekitar 10 hari. Penutupan ini dilakukan untuk penataan dan normalisasi saluran air serta kali yang tertutup sampah.

Proses penataan diperkirakan akan berlangsung hingga satu bulan. Sebagai solusi sementara, timbulan sampah dialihkan ke 54 TPS3R dengan kapasitas 99 ton per hari, serta dua TPST dengan kapasitas 14 ton per hari, sehingga layanan persampahan tetap berjalan.

“Kami akan mengawal tindak lanjut di lapangan dan memastikan pengelolaan sampah berjalan sesuai ketentuan, dengan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat,” kata Hanif.

Upaya Peningkatan Kualitas Layanan Persampahan

Untuk meningkatkan kualitas layanan persampahan, KLH/BPLH juga sedang memperkuat sistem pengelolaan sampah. Hal ini termasuk memastikan bahwa semua wilayah yang mengalami penumpukan sampah dapat ditangani dengan cepat dan efektif.

Selain itu, KLH/BPLH juga berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur pengelolaan sampah, seperti membangun TPS yang lebih representatif dan memastikan distribusi kontainer sampah yang merata. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi kesulitan dalam membuang sampah, sehingga mengurangi risiko penumpukan.

Keterlibatan Masyarakat

Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. KLH/BPLH mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan mengurangi penggunaan plastik serta sampah yang sulit didaur ulang. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi rutin kepada masyarakat tentang cara mengelola sampah secara benar.

Dalam hal ini, KLH/BPLH juga akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan organisasi masyarakat untuk memastikan bahwa program pengelolaan sampah berjalan lancar dan berkelanjutan. Dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Keberlanjutan Pengelolaan Sampah

Pengelolaan sampah yang berkelanjutan menjadi prioritas utama KLH/BPLH. Untuk mencapai hal ini, pihaknya akan terus memantau dan mengevaluasi kondisi sampah di berbagai wilayah, terutama di tempat-tempat yang sering mengalami penumpukan.

Selain itu, KLH/BPLH juga akan memperkuat sistem pengawasan dan pengelolaan sampah, termasuk dalam hal penegakan hukum terhadap pelaku pembuangan sampah ilegal. Dengan adanya penegakan hukum yang tegas, diharapkan masyarakat akan lebih sadar dan taat terhadap aturan yang ada.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Selain itu, pengelolaan sampah yang baik juga akan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membangun kota yang lebih bersih dan nyaman.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan