
Peran Baru Jurgen Klopp di Red Bull
Ketika Jurgen Klopp meninggalkan Liverpool, ia memberikan pernyataan yang jelas: ia tidak akan pernah melatih klub lain di Inggris selain The Reds. Hingga kini, pernyataan itu masih dipertahankan olehnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam sebuah wawancara di The Diary podcast, pria asal Jerman yang kini menjabat sebagai Kepala Sepak Bola Global Red Bull itu mengaku belum berminat kembali ke dunia manajerial, setidaknya untuk saat ini. Meski begitu, Klopp tak sepenuhnya menutup pintu untuk kembali ke Anfield suatu hari nanti.
“Saya bilang tidak akan pernah melatih tim lain di Inggris, dan itu berarti kalaupun kembali, ya, hanya Liverpool. Secara teori, itu mungkin saja,” ujar Klopp.
Namun ketika ditanya apa yang akan membuatnya kembali ke kursi pelatih, Klopp menjawab jujur bahwa ia sendiri belum tahu.
“Saya mencintai pekerjaan saya sekarang. Saya tidak merindukan melatih, sungguh. Saya tetap melatih, tapi dengan cara berbeda. Bukan pemain, melainkan orang-orang dan proyek,” katanya.
Tidak Merindukan Rutinitas Sepak Bola Profesional
Pria berusia 58 tahun itu juga mengakui bahwa ia tidak rindu pada rutinitas intens dunia sepak bola profesional.
“Saya tidak merindukan berdiri di tengah hujan tiga jam, konferensi pers tiga kali seminggu, atau 12 wawancara dalam seminggu. Saya tidak rindu berada di ruang ganti. Saya sudah menjalani 1.080 pertandingan, cukup lama berada di sana,” ucapnya sambil tertawa.
Meski begitu, Klopp menyadari usianya masih memungkinkan untuk kembali jika suatu hari ia merasakan panggilan itu.
“Saya 58 tahun. Dari satu sisi mungkin terdengar tua, tapi dari sisi lain tidak juga. Itu berarti saya masih bisa membuat keputusan beberapa tahun ke depan. Tapi untuk sekarang, tidak, saya tidak berencana melatih lagi,” tegasnya.
Fokus pada Proyek Global Red Bull
Saat ini, Klopp menikmati perannya di Red Bull, mengawasi proyek global yang melibatkan beberapa klub di berbagai negara.
“Saya sangat mencintai proyek ini dan orang-orang yang bekerja bersama saya. Untuk melakukannya dengan baik, saya harus fokus 100 persen, dan itu yang saya lakukan sekarang,” jelasnya.
Apa yang Paling Dirindukan Klopp dari Liverpool?
Klopp selalu menekankan bahwa keputusannya meninggalkan Liverpool murni karena kehabisan energi. Ia merasa tak bisa lagi memberikan 100 persen dari dirinya untuk tim.
Namun, apakah ia merindukan suasana melatih The Reds? Jawabannya: tidak terlalu.
“Kadang Virgil (van Dijk) bercanda dengan saya soal itu. Tapi sejujurnya, tidak banyak yang saya rindukan,” kata Klopp.
“Saya masih berada di dunia sepak bola, jadi bagian itu tetap saya nikmati. Saya hanya tidak harus berada di pinggir lapangan atau di ruang ganti lagi,” sambungnya.
Dunia Sepak Bola Tetap Rumahnya
Bagi Klopp, dunia sepak bola tetap menjadi rumahnya. Hanya saja kini ia memilih ruangan yang berbeda di dalamnya.
Jadi, meskipun para pendukung Liverpool mungkin bermimpi melihat Klopp kembali ke Anfield, sang mantan bos belum menaruh itu dalam agendanya. Namun, seperti yang ia katakan sendiri, “Mungkin saja, suatu hari nanti.”