
Forum Silaturahmi antara Masyarakat Kepri dan Jawa Timur
Di tengah kota Batam, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar sebuah forum silaturahmi dengan masyarakat Kepulauan Riau yang berasal dari Jawa Timur. Acara ini diadakan di Hotel Nagoya Hill pada malam hari, Minggu (7/12). Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah provinsi Jawa Timur dengan warga Kepulauan Riau yang memiliki latar belakang dari Jawa Timur.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan antar daerah melalui kerja sama ekonomi dan sosial yang harmonis. Khofifah menekankan bahwa masyarakat Kepri yang berasal dari Jawa Timur merupakan elemen penting dalam membangun pasar antar daerah. Ia berharap agar mereka tetap menjaga semangat guyub rukun dan kekompakan sebagai bagian dari proses pembangunan.
"Kami berharap masyarakat Kepri asal Jawa Timur tetap menjaga persaudaraan dan kekompakan. Nilai-nilai ini sangat penting dalam memperkuat hubungan antar daerah," ujarnya.
Khofifah menilai bahwa semangat guyub rukun dan persaudaraan dapat menjadi kekuatan sosial yang memperkokoh harmoni serta memperkuat kerja sama ekonomi antar daerah. Ia juga menyampaikan bahwa partisipasi aktif dari masyarakat tidak hanya akan mempererat persaudaraan, tetapi juga menjadi jembatan penting dalam memperluas peluang usaha dan perdagangan antara kedua daerah.
Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk mendukung pengembangan potensi di berbagai sektor, termasuk perdagangan, pertanian, pendidikan, kebudayaan, dan sektor lainnya. Khofifah berharap terjadi dialog dua arah antara masyarakat Kepri yang berasal dari Jawa Timur dengan pihak terkait. Ia juga berharap kerja sama antara Jawa Timur dan Kepulauan Riau semakin erat dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat di kedua daerah.
Pentingnya Sinergi dalam Penguatan Pasar Antar Daerah
Untuk mencapai ekonomi yang lebih baik, Khofifah menekankan bahwa kunci keberhasilan penguatan pasar antar daerah terletak pada kemitraan yang solid antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus meningkatkan sinergi dan kerja sama, baik dalam hal peningkatan kapasitas SDM, akses pasar, maupun pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pemasaran produk unggulan masing-masing daerah.
Khofifah berharap pertemuan ini dapat memperkuat hubungan antara masyarakat Kepri dan Jawa Timur. Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya acara ini. Ia menutup acara dengan ajakan untuk terus bersatu dan bekerja sama demi kemajuan bersama.
Peran Masyarakat Jatim di Kepulauan Riau
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengucapkan selamat datang kepada para tamu yang hadir. Ia menjelaskan bahwa Kepulauan Riau memiliki populasi yang heterogen, dengan suku Melayu 29,5 persen, suku Jawa 22,93 persen, suku Batak 12,7 persen, dan sisanya berasal dari berbagai suku seperti Minang dan Tionghoa.
Meskipun demikian, masyarakat di Kepulauan Riau dapat hidup rukun, aman, dan damai. Dari tahun 2022 hingga 2025, tingkat toleransi dan moderasi di Kepulauan Riau berada di posisi ketiga. Ansar Ahmad menyatakan bahwa modal membangun toleransi di Kepri juga didukung oleh kehadiran warga Jawa Timur di Kepri.
Harapan dari Ketua Paguyuban Masyarakat Jatim
Ketua Paguyuban Masyarakat Jatim di Kepulauan Riau, Imam Tohari, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur Khofifah dalam pertemuan ini. Ia berharap kehadiran gubernur dapat membuka peluang-peluang kerja sama baru, terutama dalam bidang ketenagakerjaan dan perdagangan, sehingga dapat memperbaiki ekonomi warga asal Jawa Timur yang tinggal di Kepulauan Riau.