Kolaborasi Mandiri Investasi dengan BSI, Pegadaian, dan Deutsche Bank untuk Bisnis ETF Emas

admin.aiotrade 09 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Kolaborasi Mandiri Investasi dengan BSI, Pegadaian, dan Deutsche Bank untuk Bisnis ETF Emas


Pengembangan Reksa Dana Bursa Emas Syariah di Indonesia

PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) tengah mempersiapkan peluncuran Reksa Dana Bursa (RDB) Emas Syariah yang akan menjadi salah satu inovasi terbaru dalam dunia investasi. Produk ini direncanakan diluncurkan pada awal tahun depan, setelah semua persiapan teknis selesai dan regulasi yang diperlukan telah rampung.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kolaborasi penting telah dilakukan oleh MMI bersama PT Pegadaian dan Deutsche Bank melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan produk investasi berbasis emas yang sesuai dengan prinsip syariah dan mudah diakses oleh masyarakat.

Sebelumnya, MMI juga menjalin kemitraan dengan Mandiri Sekuritas sebagai Dealer Partisipan pertama untuk RDB Emas Syariah. Selain itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) juga terlibat sebagai mitra Bullion Bank dalam pengembangan produk tersebut. Kemitraan ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi pengembangan, pembentukan, hingga pengelolaan produk investasi berbasis emas yang inovatif.

Dalam beberapa bulan terakhir, pihak-pihak terkait seperti Mandiri Investasi, Mandiri Sekuritas, BSI, Pegadaian, dan Deutsche Bank telah melakukan persiapan intensif. Persiapan tersebut mencakup:

  • Finalisasi mekanisme penyediaan dan penyimpanan emas fisik.
  • Penyusunan tata kelola kustodian.
  • Pengembangan infrastruktur perdagangan RDB.
  • Memastikan struktur produk sesuai dengan prinsip syariah.

Seluruh proses ini dilakukan agar RDB Emas Syariah dapat segera diluncurkan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK (POJK) tentang Reksa Dana Berbentuk KIK yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek. Saat ini, POJK tersebut sedang dalam tahap finalisasi.

Menurut rencana, peluncuran RDB Emas Syariah akan dilakukan sesaat setelah regulasi tersebut resmi dirilis. Dalam MoU terbaru, Pegadaian akan berperan sebagai Bullion Bank, sementara Deutsche Bank akan menjadi Bank Kustodian.

Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, menjelaskan bahwa Pegadaian akan menyediakan dan menyimpan emas fisik yang menjadi underlying dari RDB Emas Syariah Mandiri Investasi. Sebagai Bullion Bank pertama di Indonesia, Pegadaian memiliki rekam jejak panjang dalam ekosistem emas nasional. Dengan posisi ini, Pegadaian siap mendukung kehadiran produk RDB Emas Syariah yang lebih aman, terjangkau, dan mudah diakses.

“Langkah ini menjadi bagian dari upaya kami mendukung pemerintah memperkuat ekosistem industri emas nasional serta memperluas layanan emas bagi masyarakat,” ujar Selfie dalam keterangan resmi.

Kerja sama dengan Deutsche Bank sebagai Bank Kustodian diharapkan meningkatkan kepercayaan investor melalui tata kelola yang kuat. Bank investasi global ini memiliki pengalaman panjang dalam mengadministrasikan transaksi ETF berbasis efek dan berbasis emas di berbagai pasar internasional.

“Dengan pengalaman global dan infrastruktur yang kuat, kami memastikan pengadministrasian Reksa Dana dilakukan sesuai standar tertinggi demi menjaga kepercayaan investor serta mendukung perkembangan industri pasar modal,” jelas Samir Shivaji Dhamankar, Head of Corporate Bank Indonesia and Head of Trust & Securities Services ASEAN Deutsche Bank.

Direktur Mandiri Investasi Ernawan Rahmat Salimsyah menyampaikan bahwa kolaborasi strategis ini ditujukan untuk menghadirkan ekosistem RDB Emas Syariah yang likuid, terjangkau, dan mudah diperdagangkan layaknya saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Produk ini dirancang memiliki underlying emas fisik murni yang tersimpan di Bullion Bank dan memenuhi prinsip syariah sesuai Fatwa DSN MUI No. 163/DSN-MUI/VII/2025. Selain efisiensi dan transparansi yang menjadi keunggulan RDB, Ernawan menekankan bahwa produk ini juga dirancang mengikuti dinamika harga emas domestik maupun global dengan biaya per unit penyertaan yang kompetitif.

“RDB Emas Syariah yang akan kami luncurkan dapat menjadi solusi investasi modern dibandingkan menyimpan emas fisik. Produk ini mudah ditransaksikan, transparan, dan sangat relevan bagi investor yang mencari instrumen safe haven atau diversifikasi portofolio,” ujar Ernawan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan