
Kolaborasi Muhammadiyah dan NU dalam Program SPPG Diapresiasi Kapolres Sumedang
Kapolres Sumedang, Ajun Komisaris Besar Sandityo Mahardika, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi antara Persyarikatan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal tersebut disampaikannya saat meresmikan SPPG Persyarikatan Muhammadiyah di Dusun Cimasuk 1 Nomor 7, Desa Pamulihan, Kecamatan Pamulihan, Jumat 24 Oktober 2025.
Sandityo mengapresiasi secara khusus lantaran SPPG Muhammadiyah tersebut didirikan di lingkungan sekolah milik Nahdlatul Ulama. Ia menilai hal ini menandakan persatuan di Indonesia yang tidak melihat kelompok atau organisasi tertentu, tetapi semua bersatu untuk kebaikan masyarakat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Ini menandakan persatuan di Indonesia tak melihat kelompok, organisasi, dan semua bersatu," kata Sandityo.
Dia juga berharap, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan bagian dari program mulia Presiden RI tersebut dapat berjalan dengan baik. Menurutnya, program ini sejalan dengan ajaran agama.
"Dalam ajaran Islam, kita tak boleh meninggalkan orang tak mampu, dan ini program upaya mewujudkan itu," ucapnya.
Kapolres menilai program MBG sangat mulia, sebab tidak semua anak sekolah diberi bekal oleh orang tuanya. Ia pun bercerita pengalaman masa kecilnya yang hanya menerima uang jajan 50 rupiah.
"Ngeri, saya hanya bisa melihat teman-teman yang lain bisa lahap jajan. Sementara, saya hanya bisa beli es teh dengan uang 50 rupiah," ujarnya.
Karena itu, Sandityo menegaskan bahwa program MBG harus dijaga dan dipertahankan keberlangsungannya.
Peringatan Keras Soal Keracunan
Di sisi lain, menyikapi beberapa kasus keracunan siswa setelah menyantap menu MBG di wilayah lain, Kapolres memberikan peringatan tegas. Ia berpesan agar semua penyedia menyiapkan bahan makanan dengan kualitas terbaik. Para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) pun diminta jangan ragu menyampaikan kebutuhan secara detail kepada mitra atau supplier.
"Kita jaga, dan berikan yang terbaik bagi anak-anak sekolah selaku penerima manfaat. Dan, jangan sampai terjadi hal yang tak diharapkan," tuturnya.
Menurut Kapolres, kasus keracunan yang telah terjadi jangan membuat takut, tetapi harus menjadi momentum untuk perbaikan bersama. Ia menekankan agar mitra penyedia memberikan bahan makanan yang bagus, bergizi, dan dipastikan layak konsumsi.
"Bahan-bahan harus layak konsumsi, silakan berlomba dalam kebaikan, jangan dicederai kasus keracunan," ujarnya.
Kebersihan Dapur Mutlak
Sandityo juga menyoroti vitalnya kebersihan dapur. Ia menduga, salah satu penyebab keracunan bisa jadi karena tempat memasak yang tidak bersih.
"Tempat masak pun harus bersih. Jangan sampai, ada sisa sabun di peralatan dapur dan bercampur dengan makanan," katanya.
Ia secara spesifik meminta pengelola tidak menggunakan sabun pencuci peralatan dapur yang berkualitas rendah hanya karena mengejar harga murah.
"Saya ingin semua SPPG berjalan baik, saya ingin program bermanfaat bagi anak-anak yang memakan makanan bergizi gratis," ujarnya.