
Karier Kolonel Eka Wira Dharmawan: Dari Militer ke Dunia Kesehatan
Kolonel Inf Eka Wira Dharmawan kini menjabat sebagai Kepala Sub Dinas Litbang Strategis dan Informasi Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kasubdit Listra Dispenad) sejak Agustus 2025. Jabatan ini membuatnya naik pangkat dari Letnan Kolonel menjadi Kolonel. Sebelumnya, ia dikenal sebagai perwira TNI yang lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada tahun 2003. Karier militernya dimulai di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dan terus berkembang dengan berbagai penugasan penting.
Eka juga dikenal karena inovasinya dalam menciptakan metode latihan kebugaran militer modern bernama Spartan Komando atau Sparko. Metode ini memadukan unsur militer, calisthenics, pernapasan, dan koordinasi tubuh dalam satu sistem latihan. Kini, Sparko telah diadopsi oleh berbagai kesatuan TNI dan bahkan masyarakat sipil.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Inovasi dalam Latihan Kebugaran Militer
Metode Sparko yang dikembangkan Eka tidak hanya fokus pada kekuatan fisik, tetapi juga ketahanan mental dan kedisiplinan karakter. Ia percaya bahwa fisik dan mental adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Dalam wawancara, Eka menyatakan bahwa generasi milenial dan Gen Z di lingkungan militer perlu dibina dengan pendekatan yang seimbang antara kedisiplinan klasik dan inovasi modern.
Eka juga mengungkapkan bahwa kedekatannya dengan dunia kebugaran bermula dari pengaruh keluarganya. Ayahnya, seorang prajurit berpangkat Sersan Kepala (Serka), memberikan disiplin sejak masa kecil. Didikan keras namun penuh nilai moral itu menjadi fondasi dalam karier militernya.
Perkembangan Sparko di Masyarakat Sipil
Selain di lingkungan militer, Sparko juga berkembang di masyarakat sipil. Banyak komunitas olahraga di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya mengadopsi konsep latihan ini sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan pembentukan karakter. Eka ingin semangat Sparko tidak hanya ada di barak, tapi juga di masyarakat — agar semangat juang, solidaritas, dan pantang menyerah menjadi budaya bangsa.
Awal Mula Julukan “King Sparko”
Nama Letkol Inf Eka Wira Dharmawan kini dikenal luas bukan hanya di kalangan militer, tetapi juga di komunitas pecinta olahraga kalistenik. Sosok perwira TNI Angkatan Darat ini akrab dijuluki “King Sparko”, sebutan yang lahir dari kombinasi antara semangat tempur ala prajurit dan gaya latihan fisik penuh disiplin yang ia kembangkan.
Julukan “King Sparko” berasal dari singkatan Spartan Komando, sebuah konsep latihan yang menggabungkan filosofi ketangguhan prajurit Sparta dengan karakter militer Kopassus. Dalam wawancara bersama Brigade Podcast Kompas.com, Eka mengisahkan bahwa sebutan tersebut bermula saat dirinya menjabat sebagai Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) di Satuan 81 Kopassus Gultor.
Saat itu, satuannya diminta untuk mengikuti lomba peleton tangkas antarbatalyon. Meski memiliki jumlah personel lebih sedikit dibandingkan satuan lain, Eka memilih untuk menanamkan semangat juang berbeda kepada anggotanya. Ia terinspirasi dari film “300”—kisah 300 prajurit Sparta yang bertempur melawan ribuan musuh.
“Mindset itu yang saya tanamkan. Kita ubah pola pikir bahwa bukan jumlah yang menentukan kemenangan, tapi kekompakan dan mental baja,” ujar Eka dalam podcast tersebut. Didikan keras dan disiplin yang ia terapkan membuahkan hasil luar biasa. Di bawah kepemimpinannya, Satuan 81 Kopassus berhasil meraih juara umum dalam lomba peleton tangkas—melebihi target awal yang hanya diminta meraih posisi tiga besar.
“Anggota saya sampai menangis dan memeluk saya. Dari situlah julukan ‘King Spartan’ muncul,” kenangnya. Julukan itu kemudian berkembang menjadi “King Sparko” setelah Wakil Komandan Jenderal Kopassus saat itu, Letjen TNI Richard Tampubolon—yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI—mengusulkan penambahan kata “Komando” pada istilah Spartan.
“Atas perintah beliau, akhirnya diubah menjadi Spartan Komando, atau disingkat Sparko,” jelas Eka. Sejak itu, komunitas Sparko tumbuh menjadi wadah olahraga dan pembinaan mental yang tak hanya diikuti prajurit Kopassus, tetapi juga masyarakat sipil.
Melalui Sparko, Eka aktif melatih berbagai kalangan dengan prinsip disiplin, kebersamaan, dan semangat juang khas militer. Meski berasal dari lingkungan militer yang keras, Letkol Eka mampu menjembatani dunia olahraga dan masyarakat. Ia menekankan bahwa latihan fisik bukan sekadar membentuk tubuh, tetapi juga membangun karakter dan mental pantang menyerah.
Kesimpulan
Kini, sosok “King Sparko” menjadi inspirasi bagi banyak orang—baik di kalangan TNI maupun masyarakat umum—sebagai simbol harmoni antara ketegasan militer dan semangat hidup sehat yang membumi. Kehadiran Kolonel Eka Wira Dharmawan dianggap membawa angin segar dalam proses modernisasi TNI. Inovasi yang ia gagas menunjukkan bahwa tentara masa kini tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cerdas, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan dinamika zaman.