Komang Bama Berjuang Sekolah Meski Tanpa Ibu dan Ayah Terkena Stroke

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Komang Bama Berjuang Sekolah Meski Tanpa Ibu dan Ayah Terkena Stroke
Komang Bama Berjuang Sekolah Meski Tanpa Ibu dan Ayah Terkena Stroke

Kisah Inspiratif Komang Bama: Anak Muda yang Berjuang untuk Menjadi Pribadi Lebih Baik

Komang Adi Bama Setia Prayuna, seorang siswa kelas 2 SMP di Bangli, memiliki kisah hidup yang sangat menginspirasi. Ia menjalani pendidikan sambil berbakti kepada ayahnya, I Ketut Bulat, yang menderita stroke sejak tahun 2018. Dengan segala keterbatasan fisik dan ekonomi, Komang Bama terus berjuang demi meraih impian besar, yaitu bekerja di kapal pesiar.

Kehidupan Sehari-hari yang Penuh Perjuangan

Setiap hari, setelah pulang dari sekolah, Komang Bama langsung bergegas ke kamar sederhana yang juga menjadi tempat tidur ayahnya. Di dalam kamar tersebut, ia dan ayahnya membuat canang, sebuah aktivitas yang menjadi sumber penghasilan utama keluarga. Canang yang telah selesai dibuat kemudian dijual ke warung-warung setempat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kamar ini tidak hanya menjadi tempat kerja, tetapi juga tempat tinggal bagi I Ketut Bulat. Di dalamnya terdapat meja bambu, ranjang kayu sederhana, lemari kecil, serta sebuah televisi tua berukuran 14 inchi. Meskipun kondisi rumah sederhana, Komang Bama dan ayahnya tetap fokus menjalani pekerjaan mereka.

Tanggung Jawab yang Besar

Sejak ibunya meninggal pada tahun 2020 akibat serangan jantung, Komang Bama menjadi tulang punggung keluarga. Ia tidak hanya membantu ayahnya membuat canang, tetapi juga bertanggung jawab atas tugas-tugas rumah tangga seperti menyiram tanaman dan mencari kayu bakar untuk memasak air dan nasi.

Komang Bama bangun pukul 04.30 WITA setiap pagi, bersiap-siap untuk pergi ke sekolah dengan naik angkutan umum. Jarak dari rumah ke Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Bangli di Kubu cukup jauh, sehingga ia membutuhkan uang sebesar Rp 8.000 untuk ongkos pulang-pergi. Sisa uang sebesar Rp 7.000 digunakan untuk sarapan berupa nasi seharga Rp 5.000 dan air putih. Untuk makan siang, ia mengandalkan program MBG (Makan Bergizi Gratis).

Semangat Belajar yang Tak Pernah Padam

Meski hidup dalam keterbatasan, semangat belajar Komang Bama tak pernah pudar. Ia menggunakan buku bekas semester sebelumnya, sehingga tidak perlu membeli buku baru. Selain itu, ia juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler tabuh, yang menunjukkan rasa cinta terhadap tradisi tanah kelahirannya.

Cita-citanya adalah bekerja di kapal pesiar, yang ia anggap sebagai jalan terbaik untuk membantu keluarganya. Untuk mewujudkan mimpi tersebut, ia terus berusaha belajar Bahasa Inggris.

Dukungan dari Sekolah dan Masyarakat

Guru Bimbingan Konseling SMP Negeri 2 Bangli, Ni Wayan Sri Darmayanti, menyatakan bahwa pihak sekolah memberikan perhatian khusus kepada Komang Bama. Menurutnya, Komang adalah sosok anak yang aktif, rajin, dan tidak pernah bermasalah. Teman-temannya juga sering berbagi jajan dengannya.

Pihak sekolah juga memberikan bantuan melalui berbagai program seperti Tali Kasih, Yayasan Relawan Bali, dan Yayasan Bali Children. Selain itu, Komang Bama juga menerima bantuan pemerintah berupa Program Indonesia Pintar (PIP), yang digunakan untuk membeli keperluan sekolah seperti buku, tas, dan sepatu.

Harapan Ayah untuk Anaknya

I Ketut Bulat, ayah Komang Bama, mendukung penuh cita-cita sang anak. Meski mengalami keterbatasan fisik akibat stroke, ia tetap berusaha memberikan pendidikan yang layak bagi ketiga anaknya. Ia berharap adanya dukungan dari relawan dan pemerintah untuk membantu Komang Bama melanjutkan pendidikannya.

Dengan segala tantangan yang dihadapi, Komang Bama tetap percaya bahwa keterbatasan materi bukanlah penghalang untuk meraih impian besar. Semangat dan ketangguhannya menjadi contoh nyata bahwa usaha dan tekad dapat mengubah nasib.


Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan