Komdigi: 52,4% Menara Sinyal di Aceh Beroperasi

admin.aiotrade 08 Des 2025 2 menit 30x dilihat
Komdigi: 52,4% Menara Sinyal di Aceh Beroperasi


Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan bahwa sebanyak 52,4% dari total Base Transceiver Station (BTS) atau menara pemancar sinyal di Provinsi Aceh telah kembali beroperasi setelah sebelumnya terganggu akibat banjir. Berdasarkan data per 5 Desember 2025, dari total 3.414 BTS yang ada, sebanyak 1.789 unit sudah aktif kembali.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyatakan bahwa pemulihan layanan telekomunikasi di Aceh menjadi prioritas utama pemerintah pasca-bencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayah tersebut. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, sebanyak 1.789 BTS atau 52,4 persen dari total BTS di Aceh telah kembali beroperasi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Nezar memperkirakan bahwa persentase BTS yang aktif akan meningkat hingga sekitar 75% dalam waktu dekat. Hal ini didorong oleh peningkatan pasokan listrik yang semakin stabil. Pemerintah menargetkan pemulihan jaringan berlangsung secara optimal dalam pekan ini.

“Mudah-mudahan dalam pekan ini semua bisa pulih seperti sediakala. Kendala utama yang kami temukan masih sama seperti hari-hari sebelumnya, yaitu masalah energi listrik,” ujar Nezar saat meninjau langsung proses pemulihan di Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Banda Aceh, dikutip dari siaran pers, Jumat (5/12).

Ia menambahkan bahwa laporan mengenai pemulihan pemancar sinyal telepon seluler disampaikan secara berkala, bahkan dalam skala jam per jam. Tujuannya adalah untuk memastikan semua titik gangguan dapat segera ditangani dengan cepat.

Saat ini, Kemkomdigi telah menggunakan solusi komunikasi darurat berbasis satelit menggunakan perangkat Starlink yang dilengkapi genset sebagai sumber energi sementara untuk wilayah yang masih terisolasi secara komunikasi. Perangkat ini berfungsi sebagai sistem penyangga utama (buffer system) agar komunikasi publik tetap terjaga ketika BTS dan pasokan listrik belum pulih.

Dengan dukungan Starlink, Nezar menyatakan bahwa proses evakuasi, distribusi logistik, layanan kesehatan, serta pelaporan data korban dapat berjalan secara real-time dan terkoordinasi. Seluruh layanan darurat ini diberikan gratis dan sepenuhnya untuk kepentingan kemanusiaan.

Komdigi juga berkoordinasi dengan PLN agar perbaikan BTS dapat berjalan paralel dengan pemulihan listrik. Ia menyampaikan harapan bahwa layanan telekomunikasi di Aceh dapat segera kembali normal dalam waktu dekat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan