
PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 Desember 2025. Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah transformasi bisnis yang diikuti oleh kehadiran PT PIMSF Pulogadung sebagai pengendali baru perusahaan.
Direktur Utama Geoprima Solusi, Karnadi Margaka, menjelaskan bahwa transformasi bisnis dilakukan melalui konsolidasi usaha dari pengendali baru ke dalam GPSO. Dalam proses ini, pengendali baru akan mengubah struktur direksi dan komisaris perusahaan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Agenda ini tidak tanpa alasan. Dua komisaris dan dua direksi perusahaan telah mengundurkan diri dan efektif berlaku sejak 8 Desember 2025. Kekosongan posisi tersebut akan ditentukan dalam RUPSLB nanti,” ujarnya pada Selasa (16/12/2025).
Beberapa nama yang mundur dari kursi komisaris antara lain Priscilla Vikananda dan Sidik Permana Ramdan. Sementara dua direksi yang mengundurkan diri adalah Daniel Gunawan dan Suriawati Tamin.
Meski terdapat kekosongan di jajaran komisaris dan direksi, Karnadi memastikan bahwa kinerja operasional bisnis GPSO tetap berjalan lancar. Hal ini karena PIMSF telah menempatkan komisaris dan direksi sementara hingga penetapan resmi dalam RUPSLB nanti.
Selain itu, RUPSLB GPSO juga akan membahas rencana penjaminan aset dengan jumlah lebih dari setengah bagian atau seluruh harta kekayaan perusahaan. Tujuannya adalah untuk memperoleh fasilitas pinjaman dari bank dan/atau lembaga keuangan lainnya dalam jangka waktu 12 bulan ke depan.
“Kami membutuhkan dukungan pendanaan dari perbankan dan lembaga keuangan lainnya untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka ekspansi usaha di masa mendatang,” tambah Karnadi.
Jika rencana tersebut berjalan lancar, GPSO akan melakukan pembelian aset-aset baru maupun mengalokasikan dana hasil pinjaman untuk keperluan modal kerja. Hal ini bertujuan untuk mendukung ekspansi usaha perusahaan di masa depan.
Proses Transformasi Bisnis
Transformasi bisnis yang dilakukan oleh GPSO melibatkan beberapa tahapan penting. Pertama, penggantian struktur direksi dan komisaris sesuai dengan arahan dari pengendali baru. Kedua, penyesuaian kebijakan bisnis agar sesuai dengan visi dan misi baru perusahaan. Ketiga, penguatan struktur keuangan melalui pendanaan eksternal.
Berikut adalah langkah-langkah utama dalam proses transformasi:
Penggantian anggota direksi dan komisaris
Penyesuaian kebijakan bisnis
* Peningkatan kapasitas keuangan melalui pinjaman
Dampak Terhadap Operasional Bisnis
Meskipun ada perubahan signifikan dalam struktur kepemimpinan, operasional bisnis GPSO tetap berjalan normal. PIMSF telah menunjuk komisaris dan direksi sementara untuk memastikan kelancaran operasional hingga RUPSLB selesai.
Pihak manajemen juga berkomitmen untuk menjaga stabilitas bisnis dan memberikan layanan terbaik kepada para pemangku kepentingan. Mereka percaya bahwa transformasi ini akan menjadi langkah awal menuju pertumbuhan yang lebih pesat.
Langkah Ke Depan
Dalam waktu dekat, GPSO akan terus berkoordinasi dengan PIMSF untuk memastikan semua proses transformasi berjalan sesuai rencana. Selain itu, perusahaan juga akan terbuka terhadap masukan dan saran dari pemegang saham serta mitra bisnis.
Langkah-langkah yang diambil saat ini diharapkan dapat memperkuat posisi GPSO di pasar dan meningkatkan nilai bagi para pemegang saham. Dengan dukungan pendanaan yang lebih kuat, perusahaan siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.