Komisaris Transjakarta Diduga Ancam Pegawai, Dewan Panggil untuk Perjelas Isu

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 19x dilihat
Komisaris Transjakarta Diduga Ancam Pegawai, Dewan Panggil untuk Perjelas Isu

Peristiwa Viral yang Melibatkan Komisaris Transjakarta

Sebuah video yang berisi pernyataan keras dan bernada ancaman dari seorang komisaris PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Muhammad Ainul Yakin, telah menyebar luas di media sosial X (Twitter). Dalam video tersebut, Ainul menyampaikan pernyataan yang menunjukkan ketidakpuasan terhadap siaran program di Trans7 yang dianggap menghina ulama dan kiai Nahdlatul Ulama (NU).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ainul, yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta, menyatakan bahwa Trans7 telah melakukan penghinaan melalui siarannya terhadap tokoh-tokoh NU. Ia meminta para pegawai Trans7 untuk mengingat sejarah perjuangan Ansor dan Banser dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

"Kalian ingat sejarah. Sudah ribuan anak Ansor dan Banser tewas memperjuangkan republik ini. Kalian ada karena adanya Nahdlatul Ulama," katanya dalam video yang viral tersebut.

Selain itu, Ainul juga mengeluarkan pernyataan yang bernada ancaman. Ia menyebutkan tindakan kekerasan yang dilakukan Banser terhadap PKI di masa lalu. Ia mengingatkan bahwa jika ulama NU dihina, maka bisa saja terjadi hal serupa dengan yang terjadi pada PKI.

"Jangan sampai kader-kader Banser menggorok leher kalian seperti kader Banser menggorok PKI. Halal darah kalian apabila mengolok-olok ulama Nahdlatul Ulama," tegasnya.

Ainul juga menyatakan siap mengikuti perintah kiai jika diminta bertindak. Ia mengklaim bahwa massa Ansor dapat dengan cepat mendatangi kantor Trans7. "Kalian bayangkan seratus juta umat Nahdlatul Ulama. Apabila datang ke kantor kalian, kubakar ini. Saya kira tidak sampai 10 menit akan hangus," ujarnya.

Respons dari Transjakarta

Menanggapi viralnya video tersebut, Komisaris Utama Transjakarta, Letjen TNI (Purn.) Untung Budiharto, memberikan klarifikasi resmi. Dalam pernyataannya, Untung menegaskan bahwa apa yang disampaikan oleh Ainul Yakin tidak mewakili sikap resmi perusahaan.

"Pernyataan yang disampaikan oleh Saudara Ainul Yakin Simatupang merupakan pandangan pribadi yang bersangkutan dan tidak mencerminkan sikap maupun kebijakan resmi Transjakarta," ujar Untung dalam keterangannya, Senin (20/10).

Untung menjelaskan bahwa sebagai BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Transjakarta selalu menjunjung tinggi profesionalitas dan nilai-nilai kebhinekaan. Ia menekankan bahwa perusahaan berkomitmen untuk menjaga netralitas, profesionalitas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai etika, toleransi, dan kebhinekaan dalam setiap aspek kegiatan dan komunikasi publiknya.

Ia menambahkan bahwa Dewan Komisaris dan Direksi akan melakukan klarifikasi internal untuk memastikan kepatuhan seluruh jajaran terhadap prinsip Good Corporate Governance. "Langkah ini diambil guna memastikan seluruh jajaran senantiasa mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta menjaga marwah kelembagaan," jelasnya.

Untung juga menegaskan sikap Transjakarta yang menghormati seluruh ulama dan tokoh ulama di Indonesia. "Kami juga menyatakan penghormatan kepada seluruh ulama, tokoh agama, serta komunitas pesantren di Indonesia, termasuk Kiai Pondok Pesantren Lirboyo, sebagai bagian penting dari pilar moral dan sosial bangsa," tuturnya.

Ia menegaskan bahwa fokus Transjakarta adalah terus memberikan layanan terbaik bagi seluruh warga Jakarta tanpa diskriminasi. "Transjakarta akan tetap fokus dalam menjalankan tugas pokoknya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga DKI Jakarta tanpa memandang latar belakang suku, agama, atau golongan," tegasnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan