Komisaris Transjakarta Jadi Sorotan Usai Ucap 'Gorok Leher' di Kantor Trans7

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 19x dilihat
Komisaris Transjakarta Jadi Sorotan Usai Ucap 'Gorok Leher' di Kantor Trans7

Peristiwa Kontroversial di Trans7 yang Menimbulkan Sorotan

Sebuah peristiwa yang menarik perhatian publik terjadi akibat orasi seorang anggota Dewan Komisaris PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Ainul Yakin Simatupang. Orasi tersebut diduga mengandung ancaman terhadap pegawai Trans7, dan menjadi sorotan karena konten yang disampaikan. Ainul Yakin juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jakarta.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Orasi ini disampaikan saat ia berdemonstrasi bersama anggota organisasi masyarakat GP Ansor dan Banser, yang merupakan sayap dari organisasi besar Nahdlatul Ulama. Mereka memprotes tayangan program Xpose Trans7 yang dinilai menghina pesantren dan kyai. Potongan video orasi Ainul Yakin tersebar di media sosial, salah satunya dari akun X @marquez_93 yang mengunggah rekaman berdurasi 2 menit 20 detik pada 16 Oktober 2025. Unggahan itu telah dilihat sebanyak 79 ribu kali hingga Senin, 20 Oktober 2025.

Dalam orasinya, Ainul menyatakan bahwa Trans7 telah menghina kyai dan ulama Nahdlatul Ulama melalui siaran-siarannya. Ia menegaskan bahwa tugas GP Ansor dan Banser adalah menjaga kyai, ulama, serta pondok pesantren. Jika ada pihak yang menghina mereka, maka organisasi tersebut akan membela dengan tegas.

Ainul juga memberi peringatan kepada para pegawai Trans7. "Saudara-saudara Trans7 yang masih muda, kalian ingat sejarah. Sudah ribuan anak Ansor dan Banser tewas memperjuangkan republik ini. Kalian ada karena adanya Nahdlatul Ulama," ujarnya dalam video tersebut.

Ia membandingkan situasi ini dengan pembantaian anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1965-1966. "Jangan sampai kader-kader Banser menggorok leher kalian, seperti kader Banser menggorok PKI. Halal darah kalian apabila mengolok-olok ulama Nahdlatul Ulama," katanya.

Selain itu, Ainul menyatakan bahwa Kantor Trans7 bisa hancur jika diserang oleh kader GP Ansor dan Banser. "Kalian bayangkan seratus juta umat Nahdlatul Ulama, apabila datang ke kantor kalian, bakar ini, saya kira tidak sampai 10 menit akan hangus ini," ujarnya dalam video tersebut.

Meski belum dapat dikonfirmasi secara langsung, PT Transjakarta telah mengonfirmasi bahwa video tersebut adalah rekaman orasi Ainul Yakin Simatupang. Komisaris Utama Transjakarta, Untung Budiharto, menyatakan bahwa pernyataan Ainul merupakan pandangan pribadi dan tidak mencerminkan sikap atau kebijakan resmi perusahaan.

Dewan Komisaris bersama Direksi Transjakarta akan melakukan klarifikasi internal terkait peristiwa ini. "Langkah ini diambil guna memastikan seluruh jajaran senantiasa mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta menjaga marwah kelembagaan," ucap Untung.

Kontroversi Program Xpose Uncensored

Sebelumnya, program Xpose Uncensored Trans7 menayangkan pemberitaan mengenai Pondok Pesantren (PP) Lirboyo pada 13 Oktober 2025. Tayangan tersebut menampilkan kumpulan potongan video dan gambar yang menunjukkan hubungan antara santri dan kiai. Salah satu isu yang dibahas adalah "Kiai yang kaya raya, tapi umat yang kasih amplop".

Dalam tayangan tersebut, ditampilkan sejumlah gambar dan video seorang santri yang ingin menyalami kiai. Lalu kiai itu digambarkan sedang duduk dan para santri berjalan sambil duduk kemudian menyalami kiai tersebut. Santri itu kemudian memberikan sebuah amplop kepada kiai. Tayangan ini menimbulkan kontroversi.

Akibat kontroversi tersebut, Direktur Produksi Trans7, Andi Chairil, meminta maaf. "Kami ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada pimpinan PP Lirboyo Kiai Anwar Mansyur beserta keluarga besar, pengasuh, santri, dan alumni," ujarnya dalam keterangan resmi yang disiarkan di YouTube Trans7 Official pada 14 Oktober 2025.

Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kesadaran dalam menyajikan berita, terutama ketika menyangkut institusi yang memiliki nilai spiritual dan budaya tinggi seperti pesantren dan kyai.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan