
Dukungan untuk Reaktivasi Stasiun Rajapolah
Harapan warga Tasikmalaya Utara untuk mengaktifkan kembali Stasiun Rajapolah sebagai gerbang transportasi kereta api nampaknya mendapat dukungan dari berbagai pihak. Selain Bupati Tasikmalaya yang sedang memperjuangkan hal ini, Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya juga menyatakan dukungan penuh terhadap rencana strategis Pemerintah Pemkab Tasikmalaya tersebut. Dukungan ini dinilai penting untuk memperkuat konektivitas dan memutar roda ekonomi lokal.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, H. Gumilar Akhmad Purbawisesa, menegaskan bahwa dukungan legislatif ini tidak tanpa syarat. Ia menekankan perlunya perencanaan yang matang dan kajian manfaat yang konkret, terutama pada sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan ekonomi kerakyatan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Secara prinsip kami mendukung, karena pengoperasian kembali Stasiun Rajapolah sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan bisa meningkatkan PAD. Tapi reaktivasi ini jangan hanya sebatas membuka stasiun, harus ada dampak nyata bagi ekonomi warga,” ujar Gumilar, Jumat (7/11/2025).
Gumilar juga mengingatkan Pemkab untuk berhati-hati dalam proses ini, mengingat kewenangan operasional stasiun berada di tangan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan dan PT KAI. Maka perencanaan harus matang agar tidak muncul persoalan baru setelah stasiun aktif kembali.
Upaya Pemkab dalam Mempercepat Proses
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, sebelumnya mengungkapkan bahwa Pemkab telah mengirimkan proposal resmi ke Kementerian Perhubungan dan tim kementerian juga telah melakukan survei awal di lokasi.
"Kita sudah ajukan dan menunggu agar rencana reaktivasi ini masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS). Keputusan tetap di pemerintah pusat," tutur Bupati Cecep.
Tidak hanya menunggu keputusan pusat, Pemkab Tasikmalaya juga bergerak cepat menyiapkan infrastruktur penunjang. Kawasan sekitar stasiun akan ditata secara ekstensif, bahkan mencakup rencana relokasi fasilitas publik seperti kantor kecamatan dan sekolah dasar. Langkah ini penting untuk menyediakan ruang yang memadai bagi area parkir, akses penumpang, dan fasilitas penunjang lainnya.
Potensi Ekonomi yang Besar
Menurut Bupati Cecep, reaktivasi Stasiun Rajapolah memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Selain mempercepat mobilitas warga, stasiun ini akan menjadi akses termudah menuju destinasi wisata unggulan, seperti Gunung Galunggung.
"Kalau wisata meningkat, otomatis ekonomi rakyat ikut bergerak. Perputaran uang di Tasikmalaya akan semakin terasa. Stasiun ini adalah konektor pariwisata dan UMKM kita," katanya optimistis.
Bupati Cecep menargetkan reaktivasi stasiun dan penguatan ekonomi lokal ini akan mendorong peningkatan PAD signifikan pada tahun 2026. Hal ini akan membuka ruang fiskal pembangunan tahun 2027 menjadi lebih besar dan terarah.
"Kita ingin pertumbuhan ekonomi Tasikmalaya tidak hanya sebatas angka, tapi benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.
Tantangan dan Harapan Bersama
Meskipun ada harapan besar, beberapa tantangan tetap harus dihadapi. Salah satunya adalah keterlibatan pihak pusat dalam pengambilan keputusan. Namun, dengan komitmen dari berbagai pihak, peluang untuk mengaktifkan kembali Stasiun Rajapolah semakin terbuka.
Selain itu, perlu adanya koordinasi yang baik antara Pemkab dengan pihak-pihak terkait, termasuk PT KAI dan Kementerian Perhubungan. Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi yang kuat, Stasiun Rajapolah dapat menjadi salah satu tulang punggung transportasi dan ekonomi di wilayah Tasikmalaya Utara.