Komisi Reformasi Polri Akan Menggelar Rapat Perdana
Komisi Reformasi Polri akan menggelar rapat perdana di Mabes Polri pada Senin (10/11/2025) siang ini. Hal tersebut telah dikonfirmasi oleh Ketua sekaligus Anggota Komisi Reformasi Polri, Jimly Asshidiqie. Ia menyampaikan bahwa rapat perdana akan berlangsung pada pukul 13.00.
Target Komisi untuk Bekerja Optimal dan Cepat
Jimly menargetkan agar komisi dapat bekerja secara optimal dan cepat meskipun tidak diberikan batasan waktu kerja oleh Presiden Prabowo. Ia menjelaskan bahwa komite ini juga akan mendukung kinerja tim reformasi kepolisian internal yang telah dibentuk oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kita ingin menunjukkan kesiapan internal kepolisian untuk bersikap terbuka dalam memperbaiki hal-hal yang perlu diperbaiki," ujarnya.

Kemungkinan Perubahan Aturan dan Undang-Undang
Jimly juga menyatakan bahwa hasil temuan dari timnya bisa saja mengubah peraturan atau bahkan undang-undang jika diperlukan. Ia menegaskan bahwa komisi tetap terbuka terhadap ide-ide perubahan dan perbaikan.
"Kita masih terbuka terhadap semua ide untuk perubahan dan perbaikan. Jika nanti diperlukan, kita bisa mengubah undang-undang, tapi belum pasti," jelas Jimly.

Mendengarkan Suara Berbagai Pihak
Komisi Reformasi Polri juga akan mendengarkan suara dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan aktivis. Jimly menegaskan bahwa komisi ini terbuka untuk mengadakan forum diskusi dengan pihak-pihak terkait yang dirasa perlu.
"Karena polisi adalah milik rakyat, maka kita harus mendengarkan pendapat dari berbagai pihak," ujarnya.

Alasan Prabowo Menunjuk Kapolri Listyo Sigit
Presiden Prabowo memilih Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai anggota Komisi Reformasi Polri. Alasan utamanya adalah karena ia dianggap memiliki kemampuan dan pengalaman dalam memimpin institusi kepolisian.
Laporan Setiap 3 Bulan
Prabowo meminta Komisi Reformasi Polri memberikan laporan setiap tiga bulan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses reformasi berjalan sesuai rencana dan transparan.
Rapat Langsung dengan Anggota Komisi
Prabowo langsung mengajak anggota Komisi Reformasi Polri untuk menghadiri rapat. Ini menunjukkan perhatian serius dari Presiden terhadap proses reformasi kepolisian.