
Pertemuan khusus Komite Perlindungan Lingkungan Maritim (MEPC/ES.2) berlangsung pada 14 hingga 17 Oktober 2025. Acara ini diadakan untuk membahas kerangka kerja Net-Zero Framework (NZF) dan rancangan perubahan terhadap Annex VI MARPOL, sebagai bagian dari upaya menjalankan aturan pengurangan emisi gas rumah kaca dari kapal.
Sejumlah delegasi negara anggota International Maritime Organization (IMO) turut hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk delegasi Republik Indonesia yang dipimpin oleh Ir. Samsuddin, M.T., M.Mar.E, Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan. Selain itu, R. Benny Susanto, Direktur Utama PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), juga turut serta dalam kegiatan ini.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Delegasi Indonesia juga mencakup perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta Atase Perhubungan (Athub) Republik Indonesia di London.
Pembahasan utama dalam sidang ini meliputi isu dekarbonisasi sektor maritim, seperti:
- Rencana wajibnya perhitungan dan pelaporan intensitas bahan bakar gas rumah kaca (GFI) untuk setiap kapal, yang menjadi dasar penilaian efisiensi bahan bakar dan emisi gas rumah kaca.
- Rencana pembentukan registri GFI global dan mekanisme “reward & penalty”, yang akan memberikan insentif bagi kapal dan operator yang menggunakan bahan bakar serta teknologi rendah atau nol emisi (Zero/Near-Zero Emission – ZNZ), sekaligus menerapkan disinsentif bagi yang tidak memenuhi standar.
Dampak Potensial terhadap Industri
Jika regulasi ini diadopsi, maka akan berdampak signifikan terhadap industri maritim, antara lain:
- Mendorong reorientasi strategi dekarbonisasi di seluruh rantai nilai industri maritim; mulai dari operator kapal, manajemen armada, galangan kapal, hingga pemasok bahan bakar;
- Meningkatkan potensi investasi dalam teknologi efisiensi energi dan bahan bakar alternatif;
- Mendorong penerapan sistem pelaporan untuk mengevaluasi kinerja emisi kapal;
- Menetapkan kerangka insentif dan penalti global yang menjadi dasar kebijakan transisi energi di sektor pelayaran internasional.
Hasil Sidang dan Jadwal Regulasi
Sidang MEPC/ES.2 berjalan dengan diskusi yang sangat intensif. Komite belum mengambil keputusan akhir terhadap kerangka Net-Zero Framework maupun amandemen pendukungnya, dan memutuskan untuk menunda pengambilan keputusan hingga tahun 2026 guna memungkinkan konsultasi serta analisis dampak lebih lanjut.
Keputusan final direncanakan akan dibahas kembali pada Oktober 2026, dengan penerapan regulasi paling cepat mulai 1 Maret 2028 apabila disetujui.
"Transisi menuju masa depan maritim yang berkelanjutan memerlukan kerja sama dan komitmen global. Regulasi Net-Zero Framework (NZF) menjadi langkah penting dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendorong industri maritim menuju keberlanjutan lingkungan," ujar Direktur Utama PT Biro Klasifikasi Indonesia Benny Susanto.