
Santri Bersatu: Bela Pesantren, Bela Palestina
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung sukses menyelenggarakan aksi yang bertajuk Santri Bersatu: Bela Pesantren, Bela Palestina. Aksi ini diadakan dalam rangka memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menunjukkan komitmen kemanusiaan global. Acara yang berlangsung khidmat di halaman PC NU Kota Bandung, berlangsung dari pukul 06.00 hingga 15.00 WIB.
Kegiatan ini dihadiri oleh santri, ulama, serta berbagai elemen umat Islam lintas organisasi. Acara ini juga menjadi pengingat akan akar historis dukungan umat Islam Indonesia terhadap perjuangan bangsa Palestina, yang diinisiasi oleh NU.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Konsistensi NU Sejak Pra-Kemerdekaan
Rois Syuriyah PCNU Kota Bandung, KH. Khoerudin Aly, menjelaskan bahwa dukungan santri terhadap Palestina bukanlah hal baru, melainkan sudah menjadi garis perjuangan organisasi sejak lama. Ia menekankan bahwa tema Bela Pesantren, Bela Palestina mengandung pesan mendalam yang menghubungkan komitmen kebangsaan dan kemanusiaan.
NU adalah organisasi yang lahir dari rahim pesantren, benteng ilmu, dan akhlak, ujarnya. Kepedulian ini telah terpatri sejak Indonesia belum merdeka. NU mencatat sejarah dukungan terorganisir bagi Palestina sejak Muktamar ke-13 NU pada tahun 1938 melalui instruksi penggalangan dana dan pembacaan Qunut Nazilah untuk rakyat Palestina.
Ini menunjukkan bahwa membela yang tertindas adalah bagian dari ajaran Islam dan martabat pesantren itu sendiri, tambah KH. Khoerudin Aly.
Persatuan Santri, Ulama, dan Umara
Sementara itu, KH. Ahmad Haedar, Ketua Tanfidziah PCNU Kota Bandung, menegaskan bahwa persatuan santri, ulama, dan umara di Bandung yang tercermin dalam kolaborasi lintas organisasiNU, Muhammadiyah, Persis, dan elemen umat lainnyaadalah perwujudan nyata dari nilai-nilai taawun (tolong-menolong) dan tasamuh (toleransi).
Peran Sentral Pesantren sebagai Garda Moral Bangsa
KH. Iik Abdul Chalik, Sekretaris PCNU Kota Bandung, menekankan peran sentral pesantren sebagai garda moral bangsa. Pesantren yang merupakan institusi pendidikan tertua di Indonesiadengan rujukan historis seperti Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu yang berdiri sejak tahun 1475 Masehitelah melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepekaan sosial tinggi.
Dengan kata lain, Pesantren adalah 'Pendiri' dan 'Penjaga Negara'. Dukungan kami tidak berhenti pada seruan. Santri bergerak melalui aksi damai dan edukatif, penguatan kesadaran publik, serta jalur diplomasi yang dilakukan oleh tingkatan PBNU, jelas KH. Iik Abdul Chalik.
Momentum Kebangkitan Kesadaran Umat
Kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan kesadaran umat bahwa perbedaan mazhab atau ormas tidak boleh memecah belah. Harapan ke depan, lanjut KH. Iik, adalah agar santri Indonesia, khususnya di Bandung, terus menjadi teladan dalam memperkuat persatuan dan kepedulian.
Penutup dengan Doa Bersama
Acara Santri Bersatu: Bela Pesantren, Bela Palestina ditutup dengan doa bersama untuk kemerdekaan Palestina, keselamatan bangsa Indonesia, serta kejayaan pesantren di seluruh Nusantara.
Kegiatan ini menegaskan komitmen santri untuk membangun dunia yang adil, damai, dan berkeadaban dengan nilai-nilai Islam Rahmatan LilAlamin, tutup KH. Iik Abdul Chalik.