Kompak Terapkan Jajar Legowo, Poktan Lintas Kowo Ubah Kebun Padi Pululera Jadi Penopang Ekonomi Kelu

admin.aiotrade 19 Des 2025 2 menit 14x dilihat
Kompak Terapkan Jajar Legowo, Poktan Lintas Kowo Ubah Kebun Padi Pululera Jadi Penopang Ekonomi Kelu

Inovasi Pertanian di Desa Pululera

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Lintas Kowo, Maria Belina Atu, memimpin penanaman padi varietas Ciherang dengan sistem jajar legowo di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, pada Jumat, 19 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di lahan seluas 0,5 hektare milik Kristiani Koriyanti, dan melibatkan sekitar 20 anggota kelompok. Mereka bekerja secara gotong-royong dengan penuh semangat.

Pantauan awak media menunjukkan suasana kebersamaan yang sangat kental. Meskipun matahari mulai menyengat, ibu-ibu dan bapak-bapak tetap kompak menanam benih dengan teliti. Mereka menggunakan tali sebagai penanda jarak, sehingga barisan padi terlihat rapi dan lurus.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sistem jajar legowo diterapkan karena memberikan celah kosong teratur di antara barisan tanaman, membuat kebun tampak lebih tertata dibanding pola tanam tradisional. Pemilik kebun, Kristiani Koriyanti, mengakui keunggulan sistem ini berdasarkan pengalaman sebelumnya. “Tahun lalu saja saya dapat 40 karung padi ukuran 50 kilogram. Kalau dihitung totalnya, lahan setengah hektare milik saya ini bisa menghasilkan dua ton gabah. Angka ini sangat besar untuk ukuran lahan ladang di daerah sini,” ungkap Kristiani.

Maria Belina Atu menjelaskan bahwa sistem ini memudahkan petani memantau tanaman sejak dini. “Perbedaan antara sistem tanam jajar legowo dan tidak legowo sangat terasa. Pada sistem jajar legowo, petani lebih mudah melihat seluruh rumpun padi. Proses pemantauan, pengendalian hama, dan gulma menjadi lebih gampang,” jelas Maria.

Inovasi ini juga menekan biaya tenaga kerja sekaligus meningkatkan produktivitas. Kemudahan akses memungkinkan petani bergerak di antara barisan tanpa menginjak rumpun padi. Sistem ini membantu sirkulasi udara dan cahaya matahari agar tanaman lebih sehat.

Maria berharap, inovasi anggota kelompoknya itu bisa menjadi contoh bagi petani lain, khususnya di Desa Pululera. Gotong-royong di kebun hari ini menurutnya menunjukkan kemajuan pertanian bisa dicapai jika kekeluargaan antarpetani tetap terjaga.

“Saat penyemprotan dan panen, sistem jajar legowo sangat mempermudah kami. Jarak tanam jelas dan tertata, akses lebih terbuka, pekerjaan jadi efisien. Kami berharap metode ini terus berlanjut dan menjadi referensi bagi petani lain untuk meningkatkan hasil panen berkelanjutan,” pungkas Maria.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan