
Penangkapan Pelaku Pencurian Motor yang Menembak Hansip
Tim Resmob Polda Metro Jaya kembali menangkap pelaku pencurian motor yang melakukan penembakan terhadap hansip. Kejadian ini terjadi di wilayah Cakung, Jakarta Timur, pada Sabtu (8/11/2025) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Korban yang tewas adalah AS (39), seorang hansip yang sedang bertugas menjaga lingkungan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan bahwa pelaku yang ditangkap adalah PS. Penangkapan dilakukan di Jalan SMA 64, Cipayung, Jakarta Timur, pada Minggu (9/11/2024) sekitar pukul 06.00 WIB. Sebelumnya, polisi juga telah menangkap pelaku berinisial R di Pelabuhan Bakauheni saat hendak kabur ke Lampung. Pelaku diamankan saat akan menyeberang di Bakauheni.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita beberapa barang bukti seperti kunci T, motor, dan senjata api yang digunakan untuk menembak korban. Saat ini, dua orang pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Kronologi Penembakan
Peristiwa penembakan bermula ketika korban AS sedang bertugas memantau rekaman CCTV. Ia melihat dua orang tak dikenal mencuri sepeda motor warga. Mendapati kejadian tersebut, AS bersama dua warga lainnya langsung menuju lokasi untuk mencegah aksi pencurian.
Setibanya di lokasi, AS menabrakkan kendaraannya ke motor yang dikendarai oleh pelaku. Terjadi cekcok antara mereka hingga akhirnya salah satu pelaku menembakkan senjata api ke arah korban. AS jatuh terkapar di lokasi setelah tertembak.
Kapolsek Cakung Kompol Widodo Saputro membenarkan adanya kejadian tersebut. Korban AS (42) sedang tugas jaga malam bersama dua rekannya, T (48) dan R (58). Dari layar monitor CCTV, terlihat dua orang tak dikenal sedang membongkar motor matic. Kemudian, korban, T, dan R langsung menuju TKP dengan menggunakan sepeda motor yang dikemudikan oleh korban.
Saat itu, AS langsung menabrak kendaraan para pelaku. Pelaku melawan dengan senjata api, terdengar dua kali suara tembakan hingga timah panas mengenai korban. Setelah ditembak, korban tersungkur dengan luka tembak di bagian perut kirinya.
Melihat kondisi rekan mereka tak berdaya, kedua saksi mengamankan diri dan berteriak meminta pertolongan warga. Hasil pengecekan Identifikasi awal menunjukkan korban mengalami luka tembak di bagian perut sebelah kiri. Korban sempat dilarikan ke RS Polri Kramat Jati, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Sosok Korban
AS dikenal sebagai seorang kakak yang sangat bertanggung jawab kepada para adiknya. Pernyataan ini diungkap oleh Siti Sarah (41) dan Siti Komariah (32), dua adik kandung almarhum Atim. Mereka menyampaikan bahwa selama hidupnya, AS selalu berbagi kepada dirinya dan Komariah, meskipun memiliki keterbatasan ekonomi.
Pekerjaan AS sehari-hari adalah sebagai hansip dan buruh serabutan di lingkungannya. Sarah dan Komariah mengungkapkan bahwa AS sering bekerja di bidang seperti memotong besi atau bekerja di pinggir kali. Meski dalam kondisi ekonomi yang sulit, AS tetap memberikan dukungan kepada keluarganya.
Kondisi tersebut membuat AS belum menikah. Komariah mengatakan bahwa AS lebih memprioritaskan kebahagiaan saudaranya daripada urusan pribadinya. Bahkan, AS pernah menyatakan bahwa jika ia menikah, tidak ada lagi yang bisa menjaga dan melindungi adik-adiknya.
Dampak atas Kematian Korban
Atas kejadian ini, Sarah dan Komariah menjadi sangat terpukul. Mereka merasa kehilangan sosok kakak yang selama ini menjadi penjaga kehidupan mereka. Saat mengetahui kejadian tersebut, mereka terkejut dan sedih. Sarah menceritakan bahwa saat ia mendengar kabar, orang tua sambungnya sedang menjaga orang sakit di gang tersebut. Saat ia tiba di tempat kejadian, kakaknya sudah tidak bernyawa.