Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan upaya intensif dalam menjalin kerja sama dengan Pemerintah Norwegia. Tujuannya adalah untuk menyalurkan hasil mitigasi emisi sebesar 12 juta ton CO2 ekuivalen dari proyek energi terbarukan. Kolaborasi ini diwujudkan melalui framework agreement antara PT Perusahaan Listrik Negara dan Global Green Growth Institute.
Penandatanganan dokumen tersebut menjadi langkah penting yang menyambut kesepakatan Mitigation Outcome Purchase Agreement (MOPA) yang direncanakan diteken pada akhir Desember 2025. Hanif mengungkapkan bahwa kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bagi para investor global dan pemerintah di seluruh dunia untuk menjalin kemitraan. Ia juga menyebutkan bahwa tidak hanya dari Norwegia, tetapi sudah banyak tawaran kolaborasi yang masuk ke Indonesia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Hanif menekankan bahwa saat ini Indonesia terus berupaya mempromosikan karbon berintegritas tinggi ke dunia internasional. Menurutnya, kemitraan menjadi unsur penting untuk mendorong agenda yang diyakini bisa menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dan penanganan perubahan iklim.
“Untuk membangun kredibilitas karbon ini butuh waktu yang panjang, dibangun dengan kepercayaan,” ujarnya kepada aiotrade saat ditemui di sela-sela COP30 di Brasil.
Sementara itu, Menteri Iklim dan Lingkungan Norwegia, Andreas Bjelland Eriksen, menyampaikan keyakinannya atas kesiapan Indonesia untuk memimpin agenda perdagangan karbon berintegritas tinggi di tingkat global.
“Indonesia telah membuktikan kesiapan dan kapasitas politiknya untuk memimpin inisiatif karbon berintegritas tinggi,” katanya.
Potensi Besar
UN Climate Change Executive Secretary, Simon Stiell, melihat potensi besar Indonesia untuk memimpin masa depan energi bersih dunia dengan sumber daya dan momentum yang dimiliki.
“Sejak meluncurkan sistem perdagangan emisi nasional tahun lalu, Indonesia sekali lagi menunjukkan komitmen untuk mendorong perubahan nyata,” tuturnya.
Stiell menambahkan bahwa mulai beroperasinya mekanisme kredit Perjanjian Paris akan mendorong Indonesia dalam meningkatkan ambisi terkait rencana iklim. Stiell menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung Indonesia untuk memanfaatkan peluang yang ada. Ia juga memberikan dukungan kepada Indonesia dalam menyeimbangkan manfaat finansial dengan integritas lingkungan.
“Negara berkembang seperti Indonesia yang memiliki kekayaan alam tinggi layak mendapat dukungan dalam membangun sistem pasar karbon yang kredibel dan transparan,” jelasnya, dikutip dari laman KLH/BPLH.
Bentuk perdagangan luar negeri antara pemerintah Indonesia dan Norwegia merupakan jenis perdagangan luar negeri dalam rangka kepatuhan internasional yang membutuhkan corresponding adjustment atau koreksi penyeimbangan antara NDC penjual dan pembeli sesudah perdagangan.
Dalam memastikan kredibilitas dan integritas perdagangan karbon luar negeri jenis ini, KLH bertugas untuk mengembangkan tata kelola dan prosedur implementasi dalam kerangka Artikel 6 Persetujuan Paris. Sesuai dengan instruksi Perpres baru (110/2025), Indonesia saat ini juga memiliki Komite Pengarah yang memperkuat kerangka pengawasan penyelenggaraan pasar karbon.