
Aksi Damai Pengemudi Ojek Online di Monas
Ribuan pengemudi ojek online yang tergabung dalam komunitas URC Bergerak kembali menggelar aksi damai di area Patung Kuda Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Massa menunjukkan penolakan terhadap rencana pemotongan komisi sebesar 10 persen yang dianggap akan memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan mitra pengemudi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Perwakilan URC, Ahmad Bakrie menyampaikan bahwa pentingnya melibatkan Mitra Pengemudi dalam pembahasan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur ekosistem transportasi online. Ia menilai bahwa pemotongan komisi sebesar 10 persen akan berdampak negatif pada kehidupan para pengemudi, terutama dalam hal penghasilan bulanan.
"Perpres yang akan diterbitkan, kami di sini mengawal supaya berkeadilan. Adil ke semua pihak, jangan sampai timpang. Kita maunya berkelanjutan terus biar semua teman-teman ini mengawal juga karena Perpres ini akan ke daerah juga," ujar Bakrie.
Selain itu, massa juga menolak rencana pengaturan status kerja yang mengubah posisi mitra menjadi pekerja tetap. Perubahan ini dinilai akan mengurangi fleksibilitas kerja yang selama ini menjadi salah satu keunggulan dari sistem ojek online.
Pertemuan dengan Wakil Menteri Sekretaris Negara
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan URC juga diterima langsung oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro. Pihak Istana berjanji akan mengkaji lebih dalam mengenai aspirasi para pengemudi ojol. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah mulai memperhatikan keluhan dan harapan dari komunitas pengemudi ojek online.
Perwakilan URC, Khasanah menyampaikan bahwa pemerintah memberikan respon positif atas aspirasi mereka. Ia berharap agar aspirasi para pengemudi bisa ditindaklanjuti secara nyata.
“Alhamdulillah kita sudah diterima oleh perwakilan Presiden, yaitu Bapak Wamensesneg Juri Ardiantoro. Semua kita bicarakan, termasuk tentang ladies ojol. Beliau sangat apresiasi terhadap ladies ojol yang mencari nafkahnya,” tandasnya.
Harapan untuk Keberlanjutan
Aksi damai ini menunjukkan betapa pentingnya keberlanjutan dalam sistem transportasi online. Para pengemudi ojol tidak hanya ingin mendapatkan penghasilan yang layak, tetapi juga ingin tetap memiliki kebebasan dalam bekerja. Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan dapat tercipta solusi yang seimbang antara kepentingan pengemudi, platform, dan pemerintah.
Beberapa isu utama yang dibahas dalam aksi ini antara lain:
- Penyesuaian komisi yang seimbang antara mitra pengemudi dan platform.
- Perlindungan hak-hak pekerja dalam sistem transportasi online.
- Pengakuan terhadap kontribusi para pengemudi, termasuk perempuan, dalam perekonomian nasional.
Dengan terus meningkatkan komunikasi antara pihak-pihak terkait, diharapkan kebijakan transportasi online dapat lebih adil dan berkelanjutan.