Penemuan Bocah Empat Tahun yang Hilang di Taman Pakui Sayang
Bocah berusia empat tahun bernama Bilqis Ramadhany akhirnya ditemukan setelah sepekan dinyatakan hilang di Taman Pakui Sayang, Makassar. Kejadian ini terjadi pada Minggu, 2 November 2025. Namun, orang tua Bilqis baru membuat laporan ke polisi pada 3 November 2025.
Setelah pencarian panjang dan intensif, Bilqis akhirnya ditemukan di Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Wilayah tersebut berjarak sekitar 528 kilometer tenggara dari Kota Jambi, ibu kota provinsi. Penemuan ini menunjukkan betapa luasnya jaringan yang terlibat dalam kasus ini.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Jaringan Penculikan Lintas Pulau
Kasus ini terungkap sebagai tindakan penculikan yang dilakukan oleh kelompok perdagangan anak dengan jaringan lintas pulau di Nusantara. Bilqis, murid TK PAUD, ditemukan sekitar 2.611 kilometer sebelah barat Makassar, tepatnya di Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Jambi.
Perjalanan panjang yang ditempuh Bilqis melintasi tiga pulau besar Indonesia yaitu Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa, sebelum akhirnya tiba di Sumatera bagian tengah. Angka 2.611 kilometer menggambarkan jarak luar biasa yang harus ditempuh untuk mengungkap kejahatan ini.

Penemuan di Tempat Gelap dan Terpencil
Setelah pengejaran selama dua hari penuh, aparat gabungan akhirnya menemukan Bilqis di sebuah lokasi gelap dan terpencil di wilayah Tabir Selatan, Kabupaten Merangin. Saat pertama kali ditemukan, Bilqis tampak ketakutan dan trauma.
Gadis kecil itu bahkan sempat mengira petugas kepolisian adalah orang jahat yang hendak menyakitinya. Untuk menenangkan Bilqis, pihak kepolisian menghubungi kedua orang tuanya dan memintanya berbicara langsung agar sang anak percaya dan bersedia ikut dengan petugas. Langkah itu berhasil membuat Bilqis merasa aman, hingga akhirnya ia berhasil diselamatkan dari sindikat penculikan dan perdagangan manusia yang kejam tersebut.
Kronologi Hilangnya Bilqis
Kisah ini bermula ketika Bilqis bermain di sekitar Taman Pakui Sayang, tak jauh dari lapangan tenis tempat ayahnya, Dwi Nurmas, sedang beraktivitas. “Saya sedang melatih di lapangan tenis, anak saya main di pinggir lapangan. Sebelumnya masih bersama saya, tapi setelah izin mau main di sebelah, saya panggil lagi sudah tidak ada,” ujarnya dengan nada sedih.
Dwi mengaku langsung melapor ke Polsek Panakkukukang sehari setelah kejadian. “Sudah empat hari anak saya hilang. Saya sudah melapor ke polisi dan dimintai keterangan,” katanya. Ia menegaskan bahwa tidak ada masalah keluarga yang berkaitan dengan hilangnya Bilqis. “Tidak ada masalah keluarga, jadi saya yakin ini bukan karena itu,” tegasnya.
Dengan penuh harap, Dwi meminta bantuan masyarakat untuk turut membantu pencarian. “Kami mohon doa dan bantuan masyarakat, kalau ada yang melihat anak kami, segera laporkan atau hubungi kami,” pintanya.
Peristiwa yang Menjadi Pengingat
Kasus ini menjadi cermin kelam sekaligus pengingat keras bahwa kejahatan terhadap anak dapat terjadi di mana saja, bahkan di tempat yang dianggap aman. Namun, di balik kisah pilu ini, semangat aparat dan doa masyarakat akhirnya membuahkan hasil. Bilqis kini telah kembali, meski bayang trauma masih membekas dalam ingatan kecilnya.