Kondisi Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta, 14 Siswa Dirawat dengan 7 Butuh Operasi

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 27x dilihat
Kondisi Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta, 14 Siswa Dirawat dengan 7 Butuh Operasi

Kondisi Terkini Siswa Korban Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan informasi terbaru mengenai kondisi para siswa yang menjadi korban ledakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta. Peristiwa tersebut terjadi di Kompleks Perumahan TNI AL, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat, 7 November 2025 siang.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Ketua KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah, sebanyak 14 siswa masih menjalani perawatan di rumah sakit. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya membutuhkan tindakan operasi akibat luka serius yang dialami. Ia menjelaskan bahwa beberapa siswa awalnya ditangani di puskesmas, tetapi karena kondisi luka yang cukup berat, mereka kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

“Ada yang baru masuk, karena awalnya ditangani di puskesmas, tetapi kondisinya tidak memungkinkan, akhirnya dirujuk. Ada sebagian yang harus dioperasi ya. Tadi data terakhir ada sekitar 7 anak,” ujar Margaret kepada wartawan.

Ia juga menambahkan bahwa sejumlah siswa dengan kondisi ringan sudah diperbolehkan pulang oleh pihak medis. Mayoritas korban merupakan anak di bawah usia 18 tahun dengan beragam jenis luka, mulai dari cedera kaki, kerusakan kuku jari, hingga keluhan pada telinga dan kepala.

“Banyak yang mengeluh sakit pada telinga, ada juga jarinya yang harus diangkat kukunya,” tambah Margaret.

Hingga Jumat malam, data korban masih bersifat dinamis. Berdasarkan catatan KPAI, 33 siswa masih ditangani di rumah sakit, sementara data awal dari pihak kepolisian sempat menyebutkan jumlah korban mencapai 37 orang, meski angka tersebut belum bersifat final.

Pelaku Ledakan Sudah Ditemukan, Masih Jalani Operasi

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengonfirmasi bahwa pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta telah ditemukan. Namun, polisi belum dapat melakukan pemeriksaan karena pelaku masih harus menjalani operasi di rumah sakit akibat luka yang dideritanya.

“Untuk terduga pelaku, saat ini sudah kita dapatkan. Anggota Polri sedang melakukan pendalaman terkait dengan identitas pelaku, kemudian juga lingkungan pelaku, termasuk rumah dan hal-hal lain yang saat ini sedang kita dalami dan tentunya akan diinformasikan lebih lanjut setelah tim gabungan baik Polda Metro Jaya, Densus, melaksanakan pendalaman,” ujar Kapolri Jenderal Listyo.

Kapolri juga menjelaskan, dua orang menjalani operasi akibat ledakan tersebut, yakni pelaku dan satu korban lainnya. Peristiwa ledakan terjadi sekitar pukul 12.15 WIB di area sekolah yang berada dalam kompleks perumahan TNI AL Kelapa Gading, Jakarta Utara.

KPAI Dorong Pendampingan Psikologis untuk Siswa

Selain fokus pada penanganan medis, KPAI juga menekankan pentingnya pendampingan psikologis bagi seluruh siswa SMAN 72 Jakarta, baik yang mengalami luka maupun yang hanya menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Margaret menyebut, pengalaman traumatis akibat ledakan bisa berdampak panjang terhadap kondisi psikologis anak-anak, sehingga perlu dilakukan rehabilitasi dan pemulihan emosional oleh pihak berkompeten seperti psikolog tersertifikasi, HIMPSI, dan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) kepolisian.

“Semua anak, baik mengalami luka atau tidak, yang mendengar atau menyaksikan kejadian pasti membutuhkan pendampingan,” tegasnya.

Di sisi lain, Kementerian Pendidikan berencana mempercepat proses rehabilitasi fasilitas SMAN 72 Jakarta agar kegiatan belajar-mengajar dapat segera dilanjutkan setelah kondisi lingkungan sekolah dinyatakan aman.

Peristiwa ledakan ini menjadi perhatian nasional karena terjadi di lingkungan pendidikan, menimbulkan korban anak-anak, dan mengungkap potensi bahaya dari bahan peledak rakitan yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan