Kondisi Membaik, Ratusan Siswa Korban Keracunan MBG di Maluku Dipulangkan

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 18x dilihat
Kondisi Membaik, Ratusan Siswa Korban Keracunan MBG di Maluku Dipulangkan

Siswa Korban Keracunan MBG Diupangkan ke Rumah

Puluhan siswa yang menjadi korban keracunan akibat makanan bergizi gratis (MBG) di tiga sekolah di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, telah dipulangkan ke rumah setelah menjalani perawatan di puskesmas pada Selasa (21/10/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kasus keracunan ini menimpa lebih dari 140 siswa yang harus mendapatkan perawatan medis di dua puskesmas, yaitu Puskesmas Kairatu dan Puskesmas Waimital. Sebagian besar dari mereka kini sudah diperbolehkan pulang.

“Alhamdulillah sebagian besar pasien pagi ini sudah dipulangkan,” kata Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Andi Zulkifli saat dikonfirmasi. Ia mengungkapkan bahwa seluruh siswa korban keracunan yang menjalani perawatan di Puskesmas Waimital telah dipulangkan oleh keluarganya. Sementara itu, di Puskesmas Kairatu masih terdapat lebih dari 50 orang siswa yang masih menjalani perawatan.

“Untuk di Puskesmas Waimital sudah kosong, dan di Puskemas Kairatu itu ada 50-an yang masih dirawat,” ujarnya.

Tidak Ada Respons dari Kepala Dinas Kesehatan

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat, Gariman Kurniawan, yang dihubungi tidak memberikan respons. Hal ini memicu kekhawatiran terkait tanggung jawab dan langkah-langkah yang akan diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Kejadian Keracunan di Tiga Sekolah

Sebelumnya, lebih dari 140 siswa di tiga sekolah, yaitu SD Inpres Talaga Ratu, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Seram Bagian Barat, dan Taman Kanak-kanak Talaga Ratu di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, mengalami keracunan usai menyantap hidangan MBG pada Senin (20/10/2025).

Hidangan yang disajikan kepada ratusan siswa tersebut berupa nasi putih, telur, tahu, dan sayur. Namun, setelah mengonsumsi makanan tersebut, banyak siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, dan pusing kepala. Beberapa di antaranya bahkan mengalami muntah darah dan mengeluarkan busa putih dari mulutnya.

Proses Penanganan dan Langkah Pemulihan

Setelah kejadian tersebut, para siswa segera dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan. Tim medis bekerja cepat untuk memastikan kondisi kesehatan para korban stabil. Meski sebagian besar telah pulang, beberapa siswa masih membutuhkan pengawasan lebih lanjut.

Selain itu, pihak sekolah dan dinas terkait juga diminta untuk melakukan investigasi terhadap sumber makanan yang diberikan dalam program MBG. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada bahan berbahaya atau tidak layak konsumsi yang tercampur dalam hidangan tersebut.

Tindakan Pencegahan di Masa Depan

Kasus ini menunjukkan pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG. Selain itu, diperlukan sosialisasi yang lebih intensif kepada guru dan petugas penyedia makanan agar dapat memahami prosedur higienis dan cara penyimpanan makanan yang benar.

Tidak hanya itu, peningkatan koordinasi antara dinas kesehatan, pihak sekolah, dan masyarakat juga diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang. Dengan langkah-langkah preventif yang tepat, harapannya adalah mencegah keracunan yang bisa membahayakan kesehatan anak-anak.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan