Kondisi Terakhir Balita 2,5 Tahun Sebelum Hilang di Hutan Bidukun Desa Malinau HSS Kalsel

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Kondisi Terakhir Balita 2,5 Tahun Sebelum Hilang di Hutan Bidukun Desa Malinau HSS Kalsel
Kondisi Terakhir Balita 2,5 Tahun Sebelum Hilang di Hutan Bidukun Desa Malinau HSS Kalsel

Pencarian Balita Berusia 2,5 Tahun yang Diduga Hilang di Kalsel

Seorang balita berusia 2,5 tahun, yang dikenal dengan nama AN, dilaporkan hilang di area perkebunan yang terletak di belakang rumah warga di Dusun Bidukun, Desa Malinau, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Kejadian ini terjadi pada Jumat (7/11/2025), dan hingga kini pihak keluarga masih melakukan pencarian secara intensif.

Pencarian hari pertama dilakukan oleh keluarga bersama dengan warga sekitar dan relawan gabungan. Mereka menyisir setiap titik lokasi yang diduga menjadi tempat terakhir kali AN terlihat, termasuk area perkebunan. Menurut keterangan dari Surianto, pamannya, AN adalah seorang balita perempuan yang diduga mengarah ke belakang rumah dan memasuki area perkebunan atau hutan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Ada kemungkinannya, ia mengarah ke belakang rumah memasuki perkebunan (hutan),” jelas Surianto saat ditemui di area perkebunan.

Dari hasil penyisiran hari pertama, ditemukan jejak kaki balita tersebut di dua titik berbeda di area perkebunan. Jejak-jejak tersebut kini telah ditandai untuk memudahkan proses pencarian lanjutan. Surianto menjelaskan bahwa jejak kaki itu ditemukan sekitar pukul 17.00 WITA, bahkan sampai ke puncak di ladang warga. Ia mengaku tidak bisa tidur semalaman karena khawatir akan nasib keponakannya.

“Tadi malam saya tidak dapat tidur, memikirkan keponakan ini,” katanya sambil menunjukkan rasa cemas dan kekhawatiran.

Surianto selaku paman AN mewakili pihak keluarga berharap agar pencarian dapat terus dilakukan dan keponakannya itu segera dapat ditemukan. Ia juga meminta bantuan dari pihak-pihak terkait seperti aparat desa dan polisi untuk mempercepat proses pencarian.

Sementara itu, Kepala Desa Malinau, Mahli, menyebutkan bahwa penyisiran dilakukan ke berbagai titik lokasi. Penyisiran mencakup area rumah warga, perkebunan, sekitar sungai, serta tempat penyimpanan gabah. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada titik yang terlewat dalam proses pencarian.

Upaya Pencarian yang Dilakukan

Berikut beberapa upaya yang dilakukan oleh pihak keluarga dan warga sekitar:

  • Pencarian dilakukan secara intensif oleh keluarga, warga, dan relawan gabungan
  • Penyisiran dilakukan ke berbagai titik lokasi, termasuk perkebunan dan area sekitar
  • Jejak kaki balita ditemukan di dua titik berbeda di area perkebunan
  • Titik-titik tersebut kini telah ditandai untuk memudahkan pencarian lanjutan
  • Keluarga mengharapkan bantuan dari pihak-pihak terkait seperti aparat desa dan polisi

Faktor yang Mempengaruhi Pencarian

Beberapa faktor yang memengaruhi proses pencarian antara lain:

  • Kondisi kaki AN yang sedang bengkak, sehingga kemungkinan besar ia tidak pergi terlalu jauh
  • Area perkebunan yang luas dan sulit untuk disisir secara menyeluruh
  • Keadaan cuaca yang memengaruhi mobilitas pencari
  • Keterbatasan alat bantu yang tersedia untuk proses pencarian

Pihak keluarga tetap berharap bahwa keponakannya dapat segera ditemukan dalam waktu dekat. Mereka juga berharap adanya dukungan dari masyarakat luas agar proses pencarian dapat berjalan lebih efektif dan cepat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan