
Prakiraan Pertumbuhan Ekonomi Sumatra Utara pada Tahun 2026
Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sumatra Utara (Sumut) memprediksi bahwa perekonomian wilayah ini akan tetap tumbuh dan menguat pada tahun 2026, dengan perkiraan pertumbuhan berada di kisaran 4,9%-5,7%. Prediksi ini dibuat meskipun terdapat ketidakpastian global yang dapat memengaruhi dinamika ekonomi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Abdul Khalim, Deputi Direktur KPw BI Sumut, menyampaikan prediksi tersebut dalam acara BIG Conference 2025 bertema “Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi” yang berlangsung di Medan. Ia menekankan bahwa optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Sumut didukung oleh beberapa program potensial yang sudah berjalan.
- Beberapa program yang menjadi penopang utama antara lain:
- Implementasi program B50 (Biodiesel) yang diharapkan mampu meningkatkan permintaan Crude Palm Oil (CPO).
- Efektivitas program Asta Cita, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga paket stimulus pendukung daya beli masyarakat.
- Iklim investasi yang relatif kondusif, terlihat dari peningkatan target investasi di sejumlah kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus.
Namun, Khalim juga menyoroti adanya risiko yang perlu diperhatikan. Pemerintah perlu waspada terhadap kemungkinan perlambatan perekonomian negara mitra dagang utama seperti Tiongkok dan Amerika Serikat. Selain itu, potensi berlanjutnya perang tarif yang dimulai oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta proyeksi harga komoditas global yang turun hingga 7% pada tahun 2026 juga bisa memengaruhi pertumbuhan ekonomi Sumut.
Faktor-Faktor Pendukung Pertumbuhan Ekonomi
Sektor pertanian dan industri yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Sumut perlu terus didorong. Termasuk sektor investasi yang menjadi alat utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Khalim menjelaskan bahwa faktor-faktor internal juga penting diperhatikan, antara lain:
- Peningkatan skill tenaga kerja.
- Pembangunan infrastruktur yang terkoneksi dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi seperti kawasan industri atau kawasan ekonomi.
BIG Conference 2025: Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi
BIG Conference 2025 yang bertajuk “Unlocking North Sumatra's Potential: Collaboration for Economic Growth and Job Creation” dibuka oleh Wakil Gubernur Sumut, Surya. Dalam sambutannya, Surya menyatakan bahwa kinerja ekonomi Sumut saat ini cukup kokoh dengan potensi unggulan yang menjadi kekuatan utama dalam menghadapi krisis.
- Sektor pertanian dan perkebunan, industri pengolahan, serta potensi pariwisata kelas dunia menjadi aspek penting.
- Sektor industri pengolahan terbukti menjadi penopang utama ekonomi Sumut pada triwulan III/2025 dengan kontribusi sebesar 18,64%.
- Dari sisi perdagangan, Sumut mencatatkan surplus sebesar 5,17 miliar dolar Amerika pada periode Januari-September 2025.
Rencana Pengembangan Kawasan Ekonomi Baru
Wagub Surya menyebutkan bahwa Pemprov Sumut telah menyiapkan rencana pengembangan kawasan-kawasan ekonomi baru berbasis komoditas unggulan daerah. Tujuan dari rencana ini adalah untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang merata dari desa hingga kota.
Ia menegaskan bahwa kawasan unggulan ini dapat dikembangkan melalui investasi. Surya menyerukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Sumatra Utara yang unggul, maju, dan berkelanjutan.