BIG Conference 2025: Membahas Arah Bisnis dan Ekonomi Indonesia Tahun 2026
Bisnis Indonesia Group akan menggelar BIG Conference 2025 pada Senin, 8 Desember 2025. Acara ini bertujuan untuk membahas arah bisnis dan ekonomi Indonesia di tahun 2026, terutama peran serta sinergi antara pelaku usaha BUMN dan swasta. BIG Conference 2025 menjadi puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 Bisnis Indonesia.
Sebagai media ekonomi terkemuka di Indonesia, Bisnis Indonesia telah konsisten dalam menavigasi ekonomi dengan menyuarakan kebijakan pemerintah, aspirasi pelaku usaha, dan kepentingan rakyat. Dalam rangka memperingati HUT ke-40, mereka menyelenggarakan BIG Conference 2025 yang akan mengulas tema "Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi", sesuai dengan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
BIG Conference 2025 akan digelar serentak di Jakarta dan sembilan kota besar lainnya di Indonesia, yaitu Medan, Pekanbaru, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Bali, dan Makassar. Acara ini akan menghadirkan berbagai sesi diskusi dan Leader’s Talk dari kalangan menteri dan pimpinan lembaga.
Beberapa pembicara utama dalam acara ini adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Mereka akan memberikan keynote speech dalam BIG Conference 2025.
Selain itu, dalam sesi Leader’s Talk, akan hadir beberapa menteri seperti Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, hingga Kepala Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu.
Salah satu sesi diskusi yang akan dibahas dalam BIG Conference 2025 adalah “Menggapai Pertumbuhan Ekonomi 8%, Menilik Peran Danantara hingga Swasta”. Diskusi ini akan fokus pada peran pelaku usaha di Tanah Air dalam berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Diketahui bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III/2025 sebesar 5,04% year-on-year (YoY). Capaian ini sedikit melambat dari kuartal II/2025 yang mencapai 5,12%. Realisasi pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh konsumsi domestik, ekspor-impor, investasi, serta belanja pemerintah.
Faktor penting dalam struktur ekonomi nasional adalah pelaku usaha dan korporasi di Tanah Air, termasuk BUMN, swasta, perbankan, hingga perusahaan terbuka atau emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam hal BUMN, kehadiran Danantara Indonesia menjadi babak baru yang diharapkan dapat mendorong kinerja perusahaan pelat merah makin moncer.
Di masa depan, peran penting pelaku usaha Indonesia dibayangi oleh tantangan dan peluang dari sisi pendanaan, bahan baku, rantai produksi, tenaga kerja, prospek pasar, serta perubahan kebijakan pemerintah dan dinamika geopolitik global.
Di sinilah perlu diulas bagaimana strategi pelaku usaha dalam mengatasi tantangan dan mengambil peluang agar dapat memacu kinerja ke depan, sekaligus mendukung program-program prioritas pemerintah.
Selain itu, diperlukan juga sinergi antara BUMN dan swasta serta kebutuhan insentif bagi dunia usaha untuk melakukan ekspansi dan akselerasi yang dapat mendorong denyut ekonomi nasional berdetak lebih kencang.
Untuk mengulas hal tersebut, diskusi panel BIG Conference 2025 akan menghadirkan sejumlah narasumber yang relevan, seperti Managing Director of Global Relations & Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief, Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie, dan Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Gilman Pradana Nugraha.
