Konferensi besar: Sekda Jabar yakin ekonomi 2026 capai 6%

admin.aiotrade 08 Des 2025 2 menit 11x dilihat
Konferensi besar: Sekda Jabar yakin ekonomi 2026 capai 6%


aiotrade, BANDUNG—Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman menyampaikan target pertumbuhan ekonomi provinsi ini pada tahun 2026 sebesar 5,5% hingga 6%. Target ini dianggap realistis mengingat kondisi makro ekonomi Jabar yang stabil selama tahun 2025.

Herman menjelaskan bahwa proyeksi positif ini didasarkan pada capaian yang baik dari berbagai indikator ekonomi. "Insyaallah, ekonomi Jawa Barat 2026 prospektif. Kita bertumbuh di kuartal 3 ini di angka 5,20%, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang mencapai 5,04%," ujarnya dalam acara Bisnis Indonesia Economic Outlook (BIEO) 2026 di Savoy Homann Hotel, Bandung, Senin (8/12/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Salah satu faktor pendorong optimisme tersebut adalah efektivitas pengelolaan anggaran daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mampu menjaga pengeluaran dengan baik, ditandai oleh realisasi pendapatan dan belanja yang terbaik secara nasional. "Realisasi pendapatan dan belanja juga terbaik nasional. Itu menunjukkan kita serius dalam mengelola anggaran," tegasnya.

Herman menargetkan penyerapan belanja APBD Jabar dapat mencapai di atas 95% di akhir tahun. Hal ini menunjukkan tidak ada uang yang mengendap. "Tidak ada uang yang ngendap, semuanya diserap melalui pengadaan barang dan jasa yang kemudian berdampak pada masyarakat dan menyerap tenaga kerja," katanya.

Di sektor swasta, tingkat konsumsi masyarakat tetap terjaga karena inflasi yang terkendali di angka 2,63% year on year. Selain itu, capaian investasi Jawa Barat dari Januari hingga September 2025 mencapai Rp218 triliun, menjadikannya sebagai provinsi dengan investasi terbesar di Indonesia.

Namun, Herman memberikan catatan penting terkait tantangan investasi. "Investasi di Jawa Barat walaupun besar, tertinggi di Indonesia, tetapi karakteristiknya mulai banyak yang padat modal dan padat teknologi," ujarnya.

Meski Jawa Barat mengalami pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp2,4 triliun, Herman tetap optimis target pertumbuhan akan tercapai berkat bantuan program pusat lainnya. Salah satunya adalah program Makanan Bergizi (MBG) yang dana bergulirnya di Jabar mencapai Rp50 triliun. "Walaupun TKD berkurang Rp2,4 triliun, kami tetap optimis karena MBG saja sudah menembus Rp50 triliun," ujarnya.

Sekda juga menyoroti sektor ekspor-impor sebagai penopang pertumbuhan ekonomi. Ekspor Jabar pada kuartal III/2025 sudah mencapai US$18 miliar, sementara impornya mencapai US$10 miliar. "Kita surplus US$8 miliar," katanya.

Herman menyimpulkan bahwa setelah menjaga keempat variabel utama yakni pengeluaran pemerintah, konsumsi, investasi, dan neraca perdagangan, LPE Jawa Barat di penghujung tahun bisa naik lagi dari 5,2%. Untuk mencapai target 5,5% hingga 6% di tahun 2026, diperlukan soliditas dari semua komponen dan kepemimpinan yang kuat, terutama dari Pemda Provinsi Jawa Barat sebagai faktor yang sangat menentukan.

"Harapan saya di 2026, melalui diskusi [BIEO] ini, kita komitmen dengan berbagai komponen agar bisa meningkat lagi di angka 5,5 sampai 6% di 2026," tutupnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan