Konferensi BIG 40: Pemprov Akui Kesenjangan Ekonomi di Jawa Timur Utara dan Selatan

admin.aiotrade 08 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Konferensi BIG 40: Pemprov Akui Kesenjangan Ekonomi di Jawa Timur Utara dan Selatan


aiotrade,
SURABAYA – Meskipun capaian angka pertumbuhan ekonomi dan kontribusi pendapatan domestik bruto daerah (PDRB) terhadap perekonomian nasional Jawa Timur tergolong tinggi, kesenjangan ekonomi antara wilayah utara dan selatan masih menjadi tantangan yang harus segera diselesaikan.

Hal ini diungkapkan oleh Perencana Ahli Muda Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, Ari Basuki, dalam acara Bisnis Indonesia Group Conference 2025 di Hotel Wyndham Surabaya City Centre, Senin (8/12/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ari menjelaskan bahwa struktur ekonomi Jawa Timur selama sepuluh tahun terakhir didominasi oleh tiga sektor utama, yaitu industri, perdagangan, dan pertanian. Sektor industri berkontribusi sekitar 30%, perdagangan sekitar 18%, dan pertanian sekitar 10-11% tiap tahunnya.

"Jika kita melihat persebaran industri di Jawa Timur, kontribusi industri masih didominasi oleh wilayah Gerbangkertasusila atau Surabaya sekitarnya, dan ini memang tantangan tersendiri bagi kami," ujar Ari di hadapan para pelaku industri dan pengamat ekonomi yang hadir.

Menurutnya, kondisi kesenjangan ekonomi antara wilayah utara dan selatan Jawa Timur cukup terlihat. Wilayah utara Jawa Timur menyumbang sekitar 50% terhadap perekonomian, sementara wilayah selatan hanya sebesar 20%.

"Salah satu tantangan Jawa Timur adalah kesenjangan ekonomi antara utara dan selatan. Kami berupaya untuk meratakan ekonomi tidak hanya terpusat di utara," tegasnya.

Ari menilai bahwa potensi untuk menggerakkan roda perekonomian di wilayah selatan Jawa Timur dapat bertumpu pada sektor pertanian. Apalagi, Jawa Timur memiliki status sebagai lumbung pangan nasional.

"Kita produksi terbesar dari padi, kemudian susu, daging, kedelai, dan lain-lain. Pertanian masih didominasi di wilayah Banyuwangi, Jember, dan Malang, dengan kontribusi lebih dari 5%. Harapan kami seiring dengan peningkatan industri, pertanian juga tetap menjadi perhatian," jelasnya.

Untuk meningkatkan potensi sektor pertanian di wilayah selatan, Pemprov Jatim telah melakukan berbagai upaya dan kebijakan. Salah satunya adalah mengedukasi generasi muda untuk menjadi petani.

"Kita juga menumbuhkan minat petani muda untuk terjun di bidang pertanian karena selama ini secara tren, petani muda cukup enggan untuk berkiprah di sektor pertanian," ujarnya.

Investasi Jawa Timur pada Januari sampai September mencapai Rp105,1 triliun, yang sudah mencapai 75% dari target sebesar Rp147 triliun.

Ari juga menjelaskan bahwa Jawa Timur memiliki 13 kawasan industri sebesar 4.649 hektare yang telah beroperasi, yang tersebar di Surabaya dan sekitarnya. Pemprov Jatim akan mendukung pertumbuhan kawasan industri lainnya, salah satunya rencana pembangunan kawasan industri Ngawi.

"Terutama yang terbaru ada usulan untuk kawasan industri Ngawi. Masih berproses, tapi prosesnya Insyaallah cukup progresif. Harapan kami dalam waktu dekat, kawasan industri ini dapat segera terealisasi," tambahnya.

Dalam rangka meningkatkan daya saing investasi dan memicu pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Jatim, Ari menjelaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan penyediaan infrastruktur pendukung. Salah satunya adalah Jalan Lintas Selatan (Pansela), yang akan menghubungkan wilayah utara dan selatan Jawa Timur.

Ari menjelaskan bahwa perkembangan rencana jalur non-tol strategis yang membentang di delapan kabupaten pesisir selatan, seperti Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi, masih dalam tahapan pembebasan lahan oleh pemerintah di masing-masing daerah.

"Nanti yang membangun jalannya pemerintah pusat sehingga ada kolaborasi antara pusat dan daerah. Harapannya nanti lima tahun ke depan sudah terhubung dari Pacitan sampai dengan Banyuwangi," pungkasnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan