Konferensi Wakaf Internasional di Sumatera Barat
International Waqf Conference, sebuah acara penting yang menghadirkan peserta dari berbagai negara, digelar di Hotel Truntum, Jalan Gereja Nomor 34, Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat pada hari Sabtu (15/11/2025). Acara ini menarik perhatian sejumlah negara seperti Malaysia, Mesir, Kuwait, Arab Saudi, Maroko, dan Suriah.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kegiatan dimulai sekitar pukul 10:00 WIB. Para peserta tampak antusias mengikuti konferensi ini. Mereka terlihat mengenakan kokarde bertali merah sebagai tanda partisipasi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain para peserta, acara ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, seperti Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, Ma'ruf Amin, Wakil Ketua MPR RI, Menteri Agama, Pimpinan Ponpes Modern Gontor, serta gubernur seluruh Indonesia.
Peran Wakaf dalam Pembangunan Berkelanjutan
Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan bahwa Sumbar memiliki sejarah panjang terkait wakaf. Ia menjelaskan bahwa wakaf merupakan bagian dari ekonomi umat yang harus dikelola secara baik.
"Jika dikelola dengan baik, wakaf dapat menjadi solusi pembangunan berkelanjutan, mengerakkan UMKM, hingga ketahanan pangan nasional," ujarnya.
Gubernur Mahyeldi juga menyebutkan bahwa Sumbar ingin menjadi green fiscal dalam mengelola wakaf. Ia menekankan bahwa wakaf tidak hanya untuk dunia, tetapi juga menuju ekonomi berkelanjutan.

Ia menambahkan bahwa wakaf bisa menjadi harapan bagi daerah-daerah di Indonesia. Dengan inovasi, wakaf mampu memperluas fiskal daerah dan memberikan jawaban atas berbagai harapan yang ada.
Potensi Wakaf sebagai Sumber Ekonomi
Wakaf, menurut Mahyeldi, memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian masyarakat. Ia menilai bahwa wakaf bisa menjadi salah satu bentuk investasi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.
"Kita harus melihat wakaf sebagai aset yang bisa dimanfaatkan secara optimal," tambahnya.
Dalam kesempatan ini, ia juga menyampaikan harapan agar pengelolaan wakaf bisa lebih transparan dan terstruktur. Dengan demikian, wakaf tidak hanya menjadi simbol keagamaan, tetapi juga menjadi alat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Mahyeldi menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung inisiatif-inisiatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui wakaf.
Kesimpulan
International Waqf Conference yang diselenggarakan di Sumatera Barat menjadi momen penting dalam membahas peran wakaf dalam pembangunan berkelanjutan. Acara ini tidak hanya menarik perhatian dari berbagai negara, tetapi juga memberikan wawasan baru tentang potensi wakaf sebagai sumber ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, wakaf dapat menjadi salah satu solusi untuk menghadapi tantangan ekonomi dan sosial di masa depan.