Konseling Perlahan hingga Kunjungan Rumah, Upaya SMAN 72 Pasca Ledakan

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
Konseling Perlahan hingga Kunjungan Rumah, Upaya SMAN 72 Pasca Ledakan


Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) memberikan berbagai layanan konseling bagi para siswa dan guru SMAN 72 Jakarta Utara setelah terjadi peristiwa ledakan pada Jumat (7/11). Layanan ini disediakan dalam berbagai bentuk, termasuk asesmen psikologis bersama hingga sesi konseling individu dan kunjungan rumah.

Kepala Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) DKI Jakarta, Rahayu Sri Rahmawati, menjelaskan bahwa layanan tersebut dilakukan secara kolaboratif dengan tim psikolog dari Polda Metro Jaya, Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), serta beberapa dinas terkait.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Dalam kasus bencana SMAN 72, Pemprov DKI dalam hal ini diwakili DPPAPP melakukan respons layanan untuk para korban dan warga sekolah terdampak sejak Sabtu lalu. Layanan konseling yang diberikan kami berkolaborasi dengan tim psikolog dari unsur Polda dan HIMPSI serta pihak dinas terkait,” ujar Rahayu saat dihubungi aiotrade, Rabu (12/11).

“Layanan bersama sudah mulai diberikan mulai Senin 10 November lalu, dengan melakukan assessment bersama kepada semua warga sekolah 72 untuk dapat dibuat step pendalaman berdasarkan hasil jaring assessment,” lanjut dia.

Mobil Keliling SAPA

Sebagai bagian dari upaya pemulihan psikologis, DPPAPP juga menyiagakan mobil layanan SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) di area sekolah selama satu minggu. Mobil ini berfungsi sebagai ruang konseling bagi warga sekolah yang ingin melakukan pendampingan tatap muka.

Pantauan pada pukul 10.45 WIB, mobil layanan SAPA masuk ke dalam area sekolah untuk memberikan dukungan psikologis bagi murid dan guru.

“Mobil SAPA kami sediakan untuk standby selama satu minggu untuk keperluan warga sekolah yang mungkin memerlukan konseling langsung selain secara daring,” jelas Rahayu.

Bentuk layanan konseling yang diberikan meliputi sesi tatap muka secara individu atau one by one hingga kunjungan rumah (home visit) bagi pihak yang membutuhkan. Meski pembelajaran masih dilakukan secara daring, sejumlah siswa juga terlihat mendatangi sekolah untuk mengikuti sesi konseling secara langsung.

“Bisa (siswa datang secara langsung untuk konseling). Untuk pendalaman, konseling dilakukan one by one. Dan tim psikolog kami juga bisa home visit bila ada permintaan dari wali murid atau warga sekolah lainnya yang membutuhkan,” imbuhnya.


Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa layanan psikososial bagi siswa SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, dimulai pada Senin (10/11). Hal ini untuk membantu pemulihan mental para siswa, guru, serta warga sekolah pasca-ledakan.

“Untuk penanganan selanjutnya, dari pihak kementerian bekerja sama dengan pihak sekolah, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dan kementerian terkait. Kami mulai hari Senin akan memberikan layanan psikososial untuk warga sekolah, untuk guru, dan juga untuk murid-murid lainnya,” ujar Mu’ti usai menjenguk korban di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (9/11).

Ia menjelaskan, layanan ini akan difokuskan pada murid-murid yang terkena dampak langsung dari peristiwa tersebut.

Adapun ledakan terjadi pada Jumat (7/11) saat siswa tengah melaksanakan Salat Jumat. Berdasarkan data terbaru, total ada 32 korban ledakan yang masih dirawat di tiga rumah sakit berbeda, yakni RSI Cempaka Putih, RS Yarsi, dan RS Polri. Sebagian besar korban mengalami gangguan pendengaran akibat ledakan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan