
Konsep Ekonomi Kerthi Bali: Solusi untuk Keseimbangan Pembangunan
Pemerintah Provinsi Bali memiliki visi untuk mengatasi ketimpangan pembangunan antara kawasan Bali Selatan dan kawasan Bali Utara yang selama ini masih tertinggal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui konsep ekonomi Kerthi Bali. Konsep ini dirancang untuk menciptakan keseimbangan dalam perekonomian Pulau Dewata, dengan menekankan pada pengembangan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Konsep Ekonomi Kerthi Bali pertama kali diumumkan oleh mantan Presiden Joko Widodo pada tahun 2021. Konsep ini mengusung ide Bali era baru yang hijau, tangguh, dan sejahtera. Dalam penyusunannya, konsep ini didasarkan pada Visi Indonesia 2045 serta kearifan lokal Bali "Nangun Sat Kerthi Loka Bali". Nilai-nilai filosofi lokal Sad Kerthi dan semangat ajaran Hindu, Tri Hita Karana, menjadi dasar utama dari konsep ini.
Strategi Transformasi Ekonomi Bali
Ekonomi Kerthi Bali tidak hanya menyusun strategi pemulihan ekonomi jangka pendek, tetapi juga merancang strategi transformasi ekonomi Bali dalam jangka menengah-panjang. Konsep ini juga mempertimbangkan perubahan kehidupan pasca-pandemi Covid-19, dengan tujuan menata ulang perekonomian Bali menggunakan prinsip pemanfaatan sumber daya lokal baik alam, manusia, maupun budaya secara berkelanjutan.
Enam strategi besar yang menjadi inti dari Transformasi Ekonomi Bali adalah:
-
Bali Pintar dan Sehat
Meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat Bali agar dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional. -
Bali Produktif
Mendorong pengembangan sektor produktif seperti pertanian, perikanan, dan industri kecil menengah. -
Bali Hijau
Mengutamakan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan, menjaga keanekaragaman hayati, dan meningkatkan kesadaran lingkungan. -
Bali Smart Island
Membangun Bali sebagai pulau pintar dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam berbagai sektor. -
Bali Terintegrasi
Memastikan keterhubungan antar wilayah Bali, baik secara fisik maupun sosial-ekonomi, untuk menciptakan keseimbangan pembangunan. -
Bali Kondusif
Menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan nyaman bagi masyarakat Bali, terutama dalam konteks pariwisata dan kehidupan sehari-hari.
Peran Gubernur Wayan Koster
Gubernur Bali, Wayan Koster, menjelaskan bahwa konsep ini lahir dari perenungan pada masa pandemi Covid-19 yang sangat mengganggu perekonomian Bali. Pada tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Bali tercatat sebesar 5,3%, namun akibat pandemi, pertumbuhan tersebut anjlok menjadi minus 9,3% pada tahun 2020.
Selain dampak pandemi, ketimpangan antarwilayah juga menjadi faktor utama dalam peluncuran konsep ini. Data menunjukkan bahwa pajak Hotel dan Restoran (PHR) terkonsentrasi di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan Kabupaten Gianyar. Total Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tiga wilayah ini mencapai Rp10,9 triliun, sedangkan enam kabupaten lainnya hanya mencapai Rp2,3 triliun. Hal ini menciptakan kesenjangan yang signifikan dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Pertumbuhan Ekonomi Bali.
Mewujudkan Bali Berdikari
Menurut Gubernur Koster, kesenjangan ekonomi ini menjadi fokus utama dalam penanganan melalui Transformasi Ekonomi Kerthi Bali. Ia menilai bahwa jika Bali hanya bergantung pada sektor pariwisata, hal ini akan menjadi ancaman serius bagi perekonomian masyarakat.
Oleh karena itu, pemerintah provinsi mulai memikirkan transformasi ekonomi yang lebih luas, dengan tujuan mengembangkan sumber daya lokal Bali agar menjadi keunggulan ekonomi daerah. Secara garis besar, Ekonomi Kerthi Bali bertujuan mewujudkan Bali yang berdikari dalam bidang ekonomi, dibangun berdasarkan nilai kearifan Sad Kerthi.
Dalam proses implementasinya, konsep ini telah diterapkan melalui beberapa regulasi yang mendukung pemanfaatan potensi lokal. Namun, konsep ini sempat tidak berlanjut saat Gubernur Koster memasuki masa jeda sebelum akhirnya terpilih kembali sebagai Gubernur di periode kedua.