
Perayaan Kemerdekaan dengan Konser dan Pameran Lukisan
Pada hari Minggu (9/11/2025), Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA-Indonesia) menyelenggarakan sebuah konser bertajuk "Bangga Merdeka untuk Indonesia Raya" serta pameran lukisan dan foto di Grand City Convention, Surabaya, Jawa Timur. Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan dan sekaligus meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pameran tersebut menampilkan berbagai karya seni yang menggambarkan perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia, termasuk peran Polri, ulama, dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan. Melalui karya-karya ini, masyarakat diajak untuk merenungkan perjuangan para pahlawan dan pentingnya menjaga persatuan bangsa.
Peran Kemerdekaan dalam Sejarah Indonesia
Ketua Umum PCTA Indonesia, Ik Dewa Nyoman S. Hartana, menjelaskan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah anugerah terbesar dari Tuhan setelah rakyat hidup dalam penindasan selama berabad-abad. Menurutnya, kemerdekaan ini harus disyukuri dan dijaga dengan penuh kesadaran.
"Sejarah mencatat bahwa bangsa ini mempertahankan kemerdekaannya melalui perang, diplomasi, dan persatuan rakyat dari berbagai lapisan," ujarnya. Ia juga menekankan bahwa semangat perjuangan rakyat, termasuk para petani, guru, santri, dan ulama, merupakan kekuatan kolektif yang membawa Indonesia pada kemerdekaan sejati.
Dewa menambahkan bahwa makna hakiki kemerdekaan sesuai amanat Pembukaan UUD 1945 adalah penghapusan penjajahan yang bertentangan dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. "Penjajahan bukan hanya fisik, tetapi juga sifat tamak dan zalim. Maka kemerdekaan harus terus diperjuangkan, dipertahankan, dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," jelasnya.
Peran Polri dalam Mempertahankan Kemerdekaan
Kurator Pameran Erwien Kusuma menjelaskan bahwa pameran ini juga menampilkan napak tilas perjuangan Polisi Moehammad Jasin dalam perang Surabaya dan peran Polri dalam menjaga semangat kemerdekaan di era modern. Menurutnya, Polri terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
"Pameran juga menampilkan Polisi Moehammad Jasin dalam perang Surabaya dan peran Polri saat ini yang tidak hanya hadir dalam konteks keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan menjaga kedaulatan ekonomi rakyat," ujarnya.
Selain itu, pameran juga menampilkan dokumentasi kiprah Polri selama masa pandemi Covid-19 dan kontribusinya dalam program peningkatan produksi pangan nasional. "Di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Polri ikut mendorong terwujudnya cita-cita menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Ini adalah bentuk nyata semangat kemerdekaan di masa kini," kata Erwien.
Apresiasi atas Peran Polri
Karobinkar SSDM Polri, Brigjen Langgeng Purnomo, menyampaikan apresiasi kepada PCTA Indonesia yang telah mengangkat contoh kepahlawanan Polri dari masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini. Salah satunya adalah dengan menampilkan foto M. Jasin saat masa perjuangan menjaga kedaulatan negara dan kemerdekaan bangsa. Juga ditampilkan peran Polri pada musibah Covid-19 yang terjadi pada 2020.
"Ada kegiatan Polri mendukung dan mengawal seluruh agenda pemerintah, termasuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional agar Indonesia menjadi lumbung pangan dunia dan mendukung program Makan Bergizi Gratis," ujarnya.
Brigjen Langgeng juga menyampaikan terima kasih karena telah menampilkan peran Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Semangat Nasionalisme dan Agama
Dalam acara tersebut, kutipan dari Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama, juga ditampilkan. Kutipan ini menegaskan bahwa agama dan nasionalisme tidaklah berseberangan. "Nasionalisme bagian dari agama, dan keduanya saling menguatkan," ujarnya.
Kutipan ini menjadi peneguh semangat bagi generasi penerus bangsa untuk terus menjaga persatuan dan kemerdekaan Indonesia.
Ajakan untuk Meneladani Para Pahlawan
Melalui konser dan pameran ini, PCTA Indonesia mengajak seluruh masyarakat untuk kembali meneladani perjuangan para pahlawan serta meneguhkan semangat cinta tanah air sebagai dasar membangun Indonesia yang lebih kuat, berdaulat, dan sejahtera.