
Penjelasan Plt Kepala Dispora terkait Tudingan dari Panggung Sumpah Pemuda 2025
Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banda Aceh, T Banta Nuzullah, menyangkal tudingan yang disampaikan oleh pihak Panggung Sumpah Pemuda 2025. Meskipun demikian, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut saat dihubungi oleh media lokal. “Tidak seperti yang diberitakan,” katanya singkat.
T Banta Nuzullah mengatakan bahwa akan memberikan keterangan lebih lanjut pada hari Minggu (26/10/2025). “Besok (Minggu hari ini) kita akan beri penjelasan,” tambahnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Di sisi lain, ada respons dari Pembina Gerakan Pemuda Subuh (GPS) Aceh, Abi Irhamullah MAg. Ia berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2025 diisi dengan kegiatan yang positif dan membangun, bukan hanya sekadar hura-hura.
Harapan ini disampaikan oleh Abi Irhamullah dalam acara Diskusi NGOPI (Ngobrol Opini Terkini) yang digelar di SMEA Premium Lingke, Banda Aceh pada Sabtu (25/10/2025). Ia menekankan bahwa momentum Sumpah Pemuda jangan disempitkan maknanya menjadi sekadar hiburan. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk membangun visi dan karakter pemuda Aceh yang Islami, berilmu, serta berkontribusi bagi masyarakat.
“Peringatan Sumpah Pemuda jangan disempitkan maknanya menjadi sekadar hiburan. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk membangun visi dan karakter pemuda Aceh yang Islami, berilmu, dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Abi Irhamullah dalam keterangan tertulisnya.
Abi Irhamullah menambahkan bahwa kegiatan seperti Kongres Pemuda Aceh dan Diskusi Kepemudaan jauh lebih bermanfaat untuk menumbuhkan semangat persatuan, tanggung jawab, serta kepemimpinan di kalangan generasi muda. Namun demikian, ia menegaskan bahwa acara hiburan seperti konser tetap diperbolehkan dalam Islam selama bertujuan positif, seperti mengajak kepada kebaikan, menyebarkan ilmu agama, atau menampilkan seni yang tidak bertentangan dengan syariat.
“Seperti lirik dan isi pertunjukan tidak boleh bermuatan maksiat, kekerasan, atau hal negatif. Waktu acara tidak boleh melalaikan ibadah, terutama shalat serta tidak mengandung unsur haram, seperti umbar aurat, sihir, judi, atau penghinaan terhadap pihak lain.”
Etika pelaksanaan harus dijaga, seperti pemisahan penonton pria dan wanita, serta kewajiban berpakaian sopan bagi penampil dan peserta. Hal ini disampaikan oleh Wasekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI) Aceh dan Direktur Elmasudy ini.
Kritik terhadap Pelaksanaan Acara Hiburan
Abi Irhamullah juga mengkritik pelaksanaan acara hiburan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama. Ia menilai bahwa acara yang tidak memperhatikan etika dan kesopanan dapat merusak citra pemuda Aceh sebagai generasi yang beriman dan berakhlak tinggi.
Ia menyarankan agar penyelenggara acara lebih selektif dalam memilih tema dan materi yang akan ditampilkan. Jika acara tersebut ingin tetap dilaksanakan, maka harus dipastikan bahwa semua elemen yang terlibat dalam acara tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.
Peran Pemuda dalam Membangun Masa Depan
Menurut Abi Irhamullah, peran pemuda dalam membangun masa depan Aceh sangat penting. Pemuda harus menjadi agen perubahan yang membawa perbaikan dalam berbagai aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, maupun budaya.
“Pemuda Aceh harus memiliki visi yang jelas dan komitmen untuk menjaga nilai-nilai keislaman dalam setiap aktivitas mereka,” ujarnya.
Dengan demikian, acara-acara seperti Sumpah Pemuda harus menjadi momen yang tepat untuk membangun kesadaran kolektif pemuda Aceh tentang tanggung jawab sosial dan kebersamaan.
Kesimpulan
Keteguhan pendirian Abi Irhamullah menunjukkan bahwa pemuda Aceh tidak boleh hanya terjebak dalam kesenangan semata. Mereka harus mampu mengambil peran aktif dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Dengan memperhatikan etika dan nilai-nilai keislaman, acara-acara seperti Sumpah Pemuda bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri dan memperkuat persatuan antar generasi muda.