Konsolidasi SPPG Kabupaten Bandung, BGN Ingatkan Mitra: MBG Bukan Bisnis Tapi Kebutuhan Anak Indones

admin.aiotrade 16 Nov 2025 3 menit 12x dilihat
Konsolidasi SPPG Kabupaten Bandung, BGN Ingatkan Mitra: MBG Bukan Bisnis Tapi Kebutuhan Anak Indones

Rapat Konsolidasi SPPG Kabupaten Bandung: Memperkuat Program Makan Bergizi Gratis

Rapat Konsolidasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Bandung yang digelar di Hotel Grand Sunshine, Soreang pada Minggu 16 November 2025 menjadi momen penting dalam memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Acara ini dihadiri oleh ratusan Mitra, Kepala SPPG, serta Ahli Gizi. Tujuan utama dari rapat ini adalah untuk mempertegas pelaksanaan MBG sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan.

Visi Presiden Prabowo Subianto dalam Program MBG

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menyampaikan bahwa program MBG bukan sekadar bisnis, melainkan wujud nyata dari cita-cita mulia Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan hak anak Indonesia berupa makanan bergizi secara gratis. Ia menyoroti bahwa masih banyak rakyat kita yang mengalami kelaparan, terutama anak-anak yang hanya makan nasi dengan garam. Hal ini membuat Presiden sangat prihatin.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Nanik menjelaskan bahwa bagi anak-anak di daerah pelosok, MBG sangat dinanti-nanti. Contohnya, di Sumba, anak-anak tetap masuk sekolah meski sedang sakit. Ini menunjukkan betapa pentingnya program ini bagi kehidupan mereka.

Permasalahan dalam Pelaksanaan MBG

Meskipun awalnya merupakan inisiatif positif, Nanik mengungkapkan bahwa dalam perjalannya, MBG justru dijadikan ladang bisnis. Banyak individu yang memiliki beberapa SPPG, yang bertentangan dengan tujuan awal program ini. Ia menegaskan bahwa BGN akan meninjau ulang jika ada indikasi penyimpangan dan mengimbau para mitra untuk melaporkan hal tersebut.

Peran Wakil BGN dalam Menjaga Niat Awal MBG

Wakil BGN Irjen Pol Sony Sonjaya juga menyampaikan pesan serupa. Ia mengingatkan para mitra bahwa MBG harus dijalankan dengan niat baik, bukan untuk mencari keuntungan semata. Ia menekankan bahwa tujuan utama MBG adalah meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan anak sekolah. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk membangkitkan ekonomi daerah dengan memberdayakan UMKM, petani, dan peternak lokal sebagai pemasok bahan baku.

Kabupaten Bandung sebagai Pilot Project

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyatakan bahwa Kabupaten Bandung akan menjadi pilot project pelaksanaan MBG. Ia menilai bahwa program ini tidak hanya tentang memenuhi kebutuhan makanan, tetapi juga membangun masa depan anak bangsa. Cucun menegaskan bahwa DPR akan memantau pelaksanaan MBG secara intens, termasuk melakukan sidak ke lapangan jika ditemukan pelanggaran.

Cucun juga mengapresiasi adanya Dashboard Satgas MBG yang dibuat oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna. Dashboard ini memungkinkan pengawasan secara online terhadap pelaksanaan program di setiap SPPG. Ia menilai inovasi ini layak menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Komitmen Bupati Bandung dalam Mendukung MBG

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan dukungan penuh terhadap program MBG. Ia menekankan bahwa suksesnya program ini memerlukan kolaborasi semua pihak, termasuk tingkat RT. Ia berharap MBG tidak hanya berhasil dalam memenuhi hak anak Indonesia, tetapi juga meningkatkan perekonomian rakyat.

Menurut Bupati Kang DS, dana sebesar 5,4 triliun akan berputar di Kabupaten Bandung melalui MBG. Penegasan dari Wakil Kepala BGN bahwa SPPG harus menggunakan bahan dari petani lokal akan memberikan dampak positif secara ekonomi bagi UMKM dan petani setempat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan