Konsumsi LPG, Avtur, dan BBM Melonjak Saat Nataru

admin.aiotrade 15 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Konsumsi LPG, Avtur, dan BBM Melonjak Saat Nataru

Prediksi Peningkatan Konsumsi BBM dan LPG Selama Nataru 2026

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memprediksi bahwa konsumsi liquefied petroleum gas (LPG) dan bahan bakar minyak (BBM) akan meningkat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Prediksi ini didasarkan pada pengamatan terhadap pola konsumsi di masa lalu serta perencanaan yang dilakukan oleh pemerintah untuk memastikan ketersediaan energi yang cukup.

Ketua Posko Nataru Kementerian ESDM, Erika Retnowati, menyampaikan bahwa konsumsi BBM jenis gasoline diperkirakan meningkat sebesar 3,2% selama Nataru. Sementara itu, konsumsi BBM jenis gasoil diproyeksikan mengalami penurunan sebesar 7,6%.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Untuk proyeksi penyaluran LPG selama periode Posko Nataru diprediksi meningkat sekitar 7,2% dibandingkan dengan rerata penyaluran normal,” ujarnya dalam pembukaan Posko Nataru di kantor BPH Migas, Senin (15/12). Selain itu, permintaan bahan bakar pesawat (avtur) diperkirakan naik 5,2%, sementara konsumsi minyak tanah meningkat 4,3% dibandingkan realisasi normal.

Periode Posko Nataru akan berlangsung selama 22 hari, mulai 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai fasilitas seperti 125 terminal BBM, 7.885 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dan 72 depot pengisian pesawat udara (DPPU). Fasilitas tambahan juga disiagakan di wilayah-wilayah dengan tingkat permintaan tinggi.

Secara umum, kondisi ketahanan stok BBM berada dalam kondisi aman, dengan ketahanan stok dijaga pada kisaran 17 hingga 23 hari atau rata-rata sekitar 20 hari. Kementerian ESDM bersama Pertamina juga menyiagakan 40 terminal LPG, 736 stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPPBE), serta 6.634 agen LPG. Prognosa ketahanan stok LPG nasional berada dalam kondisi aman dengan coverage day LPG pada kisaran 12 hari.

“Kondisi stok LPG dipertahankan tetap stabil dan agen serta pangkalan LPG disiagakan 24 jam, khususnya di wilayah dengan demand tinggi,” ujarnya.

Pemerintah juga menjamin keamanan dan konsistensi penyaluran gas bumi dari pemasok kepada 3.334 pelanggan komersial dan industri serta 2.845 pelanggan kecil. Jaminan tersebut juga mencakup lebih dari 817.000 pelanggan rumah tangga jaringan gas (jargas) dan pembangkit listrik melalui sekitar 34.000 kilometer jaringan pipa gas, 16 SPBG dan MRU, serta tiga terminal LNG yang tersebar di 18 provinsi dan 74 kabupaten/kota.

Meski demikian, pemerintah memprediksi akan terjadi penurunan volume niaga gas bumi sebesar 5,4% dibandingkan dengan realisasi Nataru 2024.

Penyediaan Listrik yang Aman Selama Nataru

Dari sektor kelistrikan, pemerintah memproyeksikan pasokan listrik pada sistem Jawa-Bali, Sumatera, Kalimantan, dan sebagian besar wilayah Indonesia Timur berada dalam kondisi aman. Beban puncak selama periode Nataru diperkirakan mencapai 46.808 megawatt, dengan daya mampu pasok sebesar 53.930 megawatt. Dengan demikian, terdapat cadangan daya sebesar 7.122 megawatt atau sekitar 15,2%.

“Kami juga telah membentuk tim tanggap darurat bencana geologi yang akan merespons dengan cepat setiap kejadian dan siaga 24 jam, serta meningkatkan pemantauan gunung api secara cermat pada sejumlah gunung api yang aktif,” ucapnya.

Persiapan Infrastruktur dan Layanan

Selama Nataru 2026, pemerintah juga memastikan bahwa semua infrastruktur pendukung seperti SPBU, terminal BBM, dan fasilitas lainnya siap beroperasi dengan optimal. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan bakar dan layanan yang tidak terganggu meskipun terjadi lonjakan permintaan.

Beberapa isu terkait harga BBM dan ketersediaan listrik juga menjadi fokus utama pemerintah. Misalnya, warga Aceh Tamiang hanya mendapatkan pasokan listrik selama 4 jam per hari, sementara harga BBM mencapai Rp 25 ribu per liter. Pemerintah pun berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan bakar di seluruh wilayah Indonesia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan