
Kritik terhadap Penyebaran Konten AI yang Menyerang Pesantren
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau lebih dikenal dengan panggilan Cak Imin, menyampaikan kekhawatirannya terhadap maraknya video hasil penggunaan teknologi artificial intelligence (AI) yang menyudutkan pesantren maupun kalangan santri. Ia menilai bahwa konten-konten tersebut tidak seharusnya disebarkan di media sosial karena dinilai berpotensi merusak nilai-nilai keilmuan dan kebangsaan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Cak Imin mengungkapkan bahwa banyak konten di media sosial yang bernada fitnah terhadap pesantren. Ia menilai unggahan seperti ini sebagai ancaman serius terhadap lembaga pendidikan yang memiliki peran penting dalam masyarakat.
Kok ada ya yang menyerang pesantren sampai membuat video AI seolah-olah itu kebenaran? Memang ada oknum pesantren palsu yang bisa dijadikan amunisi untuk menyerang pesantren, tapi tidaklah benar kalau itu dijadikan generalisasi seolah semua pesantren seperti itu, ujarnya di Jakarta, Minggu (26/10).
Contoh Video Editan AI yang Menghebohkan
Sebagai contoh, Cak Imin menyebutkan video editan menggunakan AI yang berisi informasi tentang ambruknya Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur. Ia menilai penyebaran video tersebut merupakan bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat serta menurunkan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan keagamaan.
Fitnah kalian tidak akan mempan buat pesantren yang sudah punya sejarah panjang, apalagi pesantren legendaris yang ikut mendirikan negara ini, jelasnya.
Pesantren dan Santri yang Tangguh
Cak Imin mengingatkan bahwa pesantren dan santri sudah terbukti tangguh menghadapi berbagai bentuk ujian sejak masa penjajahan. Sehingga, mereka tidak akan takut melawan disrupsi informasi di era digital seperti sekarang.
Teknologi AI itu bisa dipakai untuk kebaikan, tapi juga bisa jadi alat fitnah kalau tidak dikendalikan. Karena itu, perlu penegakan hukum yang tegas sekaligus edukasi kepada masyarakat agar tidak gampang termakan konten palsu, katanya.
Peran Pesantren dalam Peradaban dan Moral Bangsa
Menurut Cak Imin, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga pusat peradaban dan moral bangsa. Ia menegaskan bahwa tidak ada fitnah atau manipulasi teknologi yang bisa meruntuhkan sejarah dan jasa pesantren untuk Indonesia.
Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh konten palsu yang beredar di media sosial. Selain itu, ia menyarankan adanya regulasi yang lebih ketat terkait penggunaan teknologi AI dalam pembuatan konten.
Dengan demikian, Cak Imin berharap masyarakat dapat lebih waspada dan kritis dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Ia yakin bahwa pesantren dan santri akan tetap menjadi tulang punggung dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keilmuan di tengah tantangan zaman.