
Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) terus menunjukkan tren positif. Pada Senin (22/12/2025), harga saham DEWA mengalami kenaikan sebesar 5,5% di level 575 per saham. Kenaikan ini merupakan kelanjutan dari tren kenaikan yang telah mencapai 387,29% secara year to date.
Analis dari HP Sekuritas, Irsyandy Hanief, dalam risetnya pada 19 Desember 2025 menyebutkan bahwa prospek pertumbuhan DEWA semakin kuat. Hal ini didorong oleh adanya pipeline kontrak baru dan meningkatnya visibilitas kinerja ke depan. Perusahaan tersebut berencana untuk mengambil alih penuh operasi tambang di lokasi Bengalon milik KPC setelah kontrak subkontraktor berakhir pada akhir tahun buku 2025. Rencananya, pengosongan lokasi akan dilakukan pada kuartal I-2026.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Manajemen DEWA mengungkapkan bahwa perusahaan akan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure atau capex) sekitar Rp 1 triliun pada 2026. Dana ini akan digunakan untuk pembelian 30–35 unit truk baru serta penyesuaian lokasi operasi guna mendukung armada tambang berbasis kendaraan listrik (EV). Proses transisi diperkirakan memakan waktu sekitar enam bulan untuk pembersihan dan pembangunan ulang, sebelum operasi penuh berjalan dengan dukungan sekitar 790 tenaga kerja baru.
Selain Bengalon, DEWA juga sedang menjajaki peluang kontrak lainnya, termasuk satu kontrak dari Arutmin serta dua peluang di luar ekosistem KPC–Arutmin. Manajemen memperkirakan bahwa setiap tambahan kapasitas pengupasan lapisan tanah penutup (overburden/OB) sebesar 50 juta bcm akan membutuhkan capex peralatan sekitar Rp 3,4 triliun – Rp 4 triliun.
Untuk mendukung ekspansi, DEWA sedang mengevaluasi berbagai instrumen pendanaan jangka pendek serta menjajaki pembiayaan melalui sindikasi pinjaman. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat likuiditas, baik untuk modal kerja maupun belanja modal, seiring dengan meningkatnya fleksibilitas neraca keuangan melalui proses reklasifikasi ekuitas yang sedang berjalan.
Dari sisi kinerja, visibilitas pendapatan DEWA dinilai semakin jelas seiring potensi kemenangan kontrak baru. Proyeksi ke depan didukung oleh asumsi volume pengupasan OB yang lebih tinggi, yakni sekitar 158–164 juta bcm pada periode 2026–2027. Hal ini mendorong kenaikan proyeksi pendapatan, meskipun peningkatan capex peralatan diperkirakan membatasi kenaikan margin laba secara signifikan.
Proses reklasifikasi ekuitas DEWA terus berlanjut. Penyesuaian saldo rugi ditahan telah memperoleh persetujuan prinsip dan kini tengah dalam tahap peninjauan bersama oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan auditor eksternal. OJK mencatat nilai penyesuaian selisih kurs sebesar Rp 2,2 triliun, naik dari estimasi sebelumnya Rp 2,1 triliun. Manajemen optimistis persetujuan final dapat diperoleh, dengan target penyelesaian bersama proses penurunan nilai aset non-produktif pada kuartal IV 2025.
Manajemen menilai langkah-langkah ini akan memperkuat fleksibilitas jangka panjang DEWA dan membuka peluang aksi korporasi ke depan, seperti penerbitan obligasi untuk pendanaan ekspansi maupun pembagian dividen guna meningkatkan kepercayaan investor.
Sejalan dengan prospek tersebut, Irsyandy memberi rekomendasi beli (buy) atas saham DEWA tetap dipertahankan dengan target harga yang dinaikkan menjadi Rp 750 per saham dari sebelumnya Rp 500. Target ini mencerminkan potensi kenaikan sekitar 40% dan didukung oleh perbaikan neraca keuangan, percepatan pertumbuhan, serta prospek pemulihan kinerja DEWA dalam jangka panjang.
Hitungan Irsyandy, DEWA bisa mencatatkan pendapatan sebesar Rp 7,23 triliun di tahun depan dengan laba bersih sebesar Rp 503,2 miliar. Proyeksi kinerja tersebut menurun dari asumsi sebelumnya yang memperkirakan pendapatan dan laba bersih di 2026 sebesar Rp 6,52 triliun dan Rp 515,5 miliar. Di tahun 2027, pendapatan dan laba bersih DEWA akan kembali melejit masing-masing sebesar Rp 8,19 triliun dan Rp 706,4 miliar.