
aiotrade
-
JAYAPURA
- Komando Operasi Swasembada Papua memastikan bahwa Panglima Kodap XV Ngalum Kupel Lamek Alipky Taplo tewas dalam operasi penyerangan di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, pada Minggu (19/10). Lamek tewas bersama tiga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) lainnya dalam operasi tersebut.
Operasi ini merupakan tindak lanjut dari informasi intelijen yang menunjukkan adanya aktivitas KKB pimpinan Lamek Taplo yang sering melakukan teror, pemerasan, dan intimidasi terhadap masyarakat sipil.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemulihan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan RI-PNG, khususnya di Distrik Kiwirok,” kata Asisten Intelijen Koops Swasembada Papua Letkol Inf Renaldy H saat dihubungi di Jayapura, Papua, Senin (20/2).
Renaldy menjelaskan bahwa Lamek Alipky Taplo merupakan salah satu pimpinan KKB di wilayah Pegunungan Bintang. Sejak 2020 hingga 2025, kelompoknya telah melakukan berbagai aksi kekerasan dan teror. Beberapa peristiwa penting antara lain:
- Pada 2 Maret 2020, kelompok tersebut menyerang pekerja proyek Jalan Trans Papua.
- Pada 28 Mei 2021, mereka merampas senjata dari Pospol Subsektor Oksamol.
- Pada 13 September 2021, kelompok tersebut menyerang Satgas Pamtas 403/WP, membakar Puskesmas Kiwirok, dan membunuh tenaga kesehatan.
- Pada 8 Oktober 2021, mereka melakukan penembakan ke pesawat Smart Air.
- Pada Desember 2021, kelompok tersebut membakar sekolah dan fasilitas umum di Kiwirok dan Serambakon.
- Penyerangan ke aparat TNI–Polri di berbagai titik dari tahun 2022-2025.
- Pada Oktober 2025, penembakan terhadap helikopter yang membawa bantuan kemanusiaan.
- Pembakaran gedung sekolah, gereja, dan puskesmas di Oktober 2025.
Serangkaian penyerangan tersebut menyebabkan enam korban jiwa dan delapan orang lainnya mengalami luka berat. Selain itu, kerugian materiil meliputi tujuh bangunan fasilitas umum yang dirusak dan dibakar, enam unit alat berat yang dibakar, serta menghambat pelayanan publik dan pembangunan di Kiwirok.
“Tewasnya Lamek Alipky Taplo merupakan tindakan nyata TNI dalam rangka menjamin keamanan masyarakat di perbatasan demi terciptanya Papua yang aman dan damai,” kata Renaldy.
Dia menegaskan bahwa Koops Swasembada akan terus melaksanakan operasi secara terukur dan berkelanjutan. “Demi terciptanya Papua yang aman dan damai,” ungkap Letkol Inf Renaldy H.