Koordinator SPPG Solo Bantah Rekrut Pegawai Luar Daerah, Sebagian Besar Relawan Punya KTP Solo

admin.aiotrade 24 Okt 2025 2 menit 15x dilihat
Koordinator SPPG Solo Bantah Rekrut Pegawai Luar Daerah, Sebagian Besar Relawan Punya KTP Solo

Penjelasan Koordinator SPPG Solo Mengenai Pemenuhan Relawan Lokal

Wali Kota Solo, Respati Ardi, sempat menyampaikan kekecewaannya terhadap beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kota ini. Ia mengkhawatirkan bahwa sejumlah SPPG masih merekrut relawan dari luar Kota Solo untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, hal ini langsung dibantah oleh Koordinator SPPG Solo, Priyo Widyastoko.

Priyo menjelaskan bahwa sebagian besar relawan yang bekerja di SPPG sudah memenuhi syarat minimal 60 persen warga lokal. Bahkan, beberapa SPPG bahkan telah merekrut hingga 80 persen warga Solo, dengan dominasi dari satu kelurahan tertentu.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Sejauh ini, rata-rata relawan SPPG Solo mencapai 60-80 persen warga lokal. Sebagian besar SPPG berasal dari kecamatan dan kelurahan setempat. Sisanya berasal dari wilayah Soloraya,” jelas Priyo saat ditemui, Kamis (23/10/2025).

Ia juga mengakui bahwa tidak semua posisi dalam SPPG bisa diisi oleh warga lokal. Beberapa peran membutuhkan keahlian khusus yang mungkin tidak tersedia di kalangan warga setempat. Contohnya, posisi sebagai tim pemasak harus memilih orang yang benar-benar ahli memasak. Selain itu, ada imbauan dari Badan Gizi Nasional (BGN) agar setiap SPPG memiliki chef yang bersertifikat.

“Tidak mungkin merekrut seluruhnya warga lokal. Setiap SPPG harus memiliki kualifikasi tertentu. Tim pemasakan harus bisa masak dengan baik. Apalagi BGN menyarankan adanya chef yang bersertifikat,” ujarnya.

Selain fokus pada warga lokal, pihak SPPG juga menjamin kesejahteraan relawan dengan memberikan upah di atas Upah Minimum Regional (UMR). Saat ini, ada sebanyak 19 SPPG yang sudah beroperasi, dengan total relawan sekitar 47 orang. Mereka dibayar harian, dengan minimal Rp 100.000 per hari. Jika hari kerja efektif di atas UMR, maka upah akan lebih tinggi lagi.

Sebelumnya, Respati Ardi menyampaikan kekecewaannya karena masih banyak SPPG di Kota Solo yang mengambil relawan dari luar kota. Ia berharap SPPG yang akan beroperasi lebih mengutamakan tenaga kerja warga Solo.

“Banyak SPPG masih merekrut dari luar Kota Solo. Saya sangat menyesalkan,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis (16/10/2025) lalu.

Menurutnya, jika 47 SPPG di Kota Solo sudah beroperasi, maka akan ada sekitar 2 ribu tenaga kerja yang terserap. Dengan pengambilan tenaga kerja warga Solo, angka pengangguran bisa turun hingga 10 persen.

“Jika ada 47 SPPG di Kota Solo, maka ada 2 ribu lowongan kerja. Angka pengangguran di Kota Solo saat ini mencapai 12 ribu. Jika 2 ribu dari jumlah tersebut bisa terserap, maka pengangguran bisa turun 10 persen. Saya rasa ini bagus sekali,” jelasnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan