
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gempolkerep, Pionir Ekonomi Desa di Mojokerto
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gempolkerep menjadi koperasi pertama yang beroperasi di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada 21 Juli 2025. Koperasi ini menempati bangunan ruko permanen milik Pemdes dengan luas bangunan 7 meter x 20 meter yang dibangun sejak tahun 2017. Awal beroperasi, KDMP Gempolkerep meraup omzet sebesar Rp 5 juta per bulan dengan jumlah anggota aktif sebanyak 106 orang.
Pendirian koperasi desa ini didanai oleh penyertaan modal BUMDES sebesar Rp 60 juta, yang digunakan untuk membuka usaha seperti gerai sembako, gerai pupuk, kios elpiji, dan pembayaran elektronik (Samsat, PLN, PBB, PDAM, dan lain-lain). Keberadaan koperasi ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam menyediakan barang kebutuhan pokok hingga produk pertanian dengan harga murah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Mendorong Ekonomi Masyarakat Desa
Kepala KDMP Gempolkerep, Said Sa'dullah (49), meyakini bahwa koperasi memiliki dampak positif dalam mendorong ekonomi masyarakat desa. Menurutnya, ketahanan ekonomi paling stabil adalah koperasi, yang bermanfaat membangun ekonomi masyarakat desa karena memutus rantai dari distributor langsung ke masyarakat.
KDMP Gempolkerep dikelola oleh lima orang yang bergiliran menjaga dan melayani transaksi mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Meski pendapatan masih minim, tenaga operasional bekerja secara sukarela demi mewujudkan ekonomi di desa. Target Kopdes adalah kestabilan ekonomi masyarakat desa, yang lebih utama lagi ekonomi masyarakat meningkat.
Said mengatakan, usaha koperasi berupa gerai sembako akan terus dikembangkan. Rencananya, koperasi akan buka 24 jam dilengkapi usaha kuliner, namun harus menunggu enam bulan kedepan sembari barang sembako lengkap. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan penghasilan koperasi, agar setiap anggota mendapat hasil pembagian SHU (Sisa Hasil Usaha) yang lebih besar.
Syarat dan Manfaat Menjadi Anggota
Syarat menjadi anggota kopdes Gempolkerep adalah membayar simpanan pokok Rp 100 ribu yang dapat diangsur dan simpanan wajib Rp 10 ribu setiap bulan. Manfaat menjadi anggota koperasi KDMP Gempolkerep antara lain mendapat diskon harga dan memperoleh passive income dari SHU.
Said mengajak seluruh masyarakat untuk membangun ekonomi desa dan juga menggandeng pemuda desa atau karang taruna. KDMP membentuk dari segi ekonomi, sementara Bumdes dan Pemdes membangun infrastruktur desa.
Pengembangan KDMP Gempolkerep
Koperasi Desa Merah Putih di Desa Gempolkerep terus berkembang dengan menjadi agen distributor untuk memenuhi barang kebutuhan pokok masyarakat di desanya. Langkah ini ditempuh karena KDMP tidak bersaing dengan pelaku usaha kecil atau pracangan yang menggantungkan penghasilan dari usahanya.
Arah ke depan KDMP Gempolkerep menjadi agen, dari masyarakat untuk masyarakat. Jika kita pengecer sama dengan pedagang nantinya khawatirnya bersaing dampaknya tidak baik. Kita kedepan fokus menjadi agen.
Menurut Said, mayoritas masyarakat memanfaatkan KDMP untuk membeli barang dengan harga terjangkau tetapi bakal berdampak bagi pedagang di sekitarnya. Sehingga, koperasi nantinya tidak akan menjual barang yang sama dengan pedagang di sekitar desa.
Upaya menjadi agen distributor masih terganjal perizinan NIB (Nomor Induk Berusaha) yang mengubah KBLI dari pengecer menjadi agen. Nanti kalau (Barang) sudah komplit kita jadi agen dan memasok toko di daerah sekitarnya. Untuk bisa mengembangkan link usaha, perlu intervensi pemerintah seperti percepatan izin perubahan pedagang besar, sehingga tidak menjadi pesaing bagi pedagang kecil.
Membangun Citra Positif Koperasi
Dikatakan Said, pemerintah agar berpihak membantu pengembangan KDMP terutama membangun citra positif terhadap koperasi. Sebab, sebagian masyarakat masih enggan bergabung menjadi anggota KDMP Gempolkerep lantaran menganggap koperasi identik dengan simpan pinjam (Riba).
Kita berharap pemerintah turut aktif membranding kopdes dengan opini positif, dampaknya usaha kita berjalan lebih mudah. Untuk mencari anggota, karena masyarakat sudah teredukasi manfaat kopdes apalagi di tengah lingkungan agamis yang mayoritas menolak simpan pinjam riba.
Said menambahkan, koperasi yang ia kelola telah mengajukan pinjaman modal senilai Rp 197 juta ke Bank Mandiri selaku Bank Himbara ditunjuk pemerintah memberikan modal ke KDKMP di Mojokerto Raya. Rencananya, pinjaman modal akan digunakan untuk mengembangkan lini usaha berbasis permodalan barang tanpa bunga.
Sistem Bagi Hasil
Ia menjelaskan, mekanisme pelaku usaha mendapat pinjaman barang dari koperasi dengan sistem bagi hasil, minimal pembayaran sesuai nilai barang jatuh tempo selama satu tahun. Jika tidak bisa melunasi bisa diperpanjang satu tahun, selama itu bagi hasil tetap berjalan sampai barang lunas dan otomatis mengakhiri perjanjian pinjaman modal.
Pengembangan usaha kedepan akan membuat perdagangan elektronik e-commerce aplikasi lokal khusus masyarakat Desa Gempolkerep.
Ainur (38) mengaku, keberadaan KDMP di Desa Gempolkerep sangat membantu warga terutama mendapatkan sembako dengan harga murah dibandingkan harga pasar. Dirinya berharap koperasi desa ini dapat terus berkembang semakin bermanfaat bagi masyarakat setempat.