Kopi Jadi Penggerak Ekonomi Lampung, Disusul Wisata, Gubernur: Perlu Sinergi

admin.aiotrade 14 Nov 2025 2 menit 15x dilihat
Kopi Jadi Penggerak Ekonomi Lampung, Disusul Wisata, Gubernur: Perlu Sinergi
Kopi Jadi Penggerak Ekonomi Lampung, Disusul Wisata, Gubernur: Perlu Sinergi

Kopi dan Pariwisata sebagai Kekuatan Utama Ekonomi Lampung

Provinsi Lampung memiliki dua sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian, yaitu komoditas kopi dan sektor pariwisata. Keduanya saling mendukung dan diintegrasikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Bumi Ruwa Jurai. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal saat membuka acara Lampung Fest 2025 non APBD di Pusat Kebudayaan dan Olahraga (PKOR) Provinsi Lampung, Way Halim, Kota Bandar Lampung, pada Rabu, 12 November 2025 malam.

Lampung Fest 2025 mengusung tema Coffee and Tourism dan akan berlangsung hingga 25 November 2025. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi daerah melalui berbagai kegiatan yang menampilkan produk lokal dan budaya setempat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Potensi Kopi di Lampung

Provinsi Lampung merupakan produsen kopi terbesar kedua di Indonesia setelah Sumatera Selatan (Sumsel), Pagar Alam, dan Lahat. Daerah penghasil kopi terbesar adalah Kabupaten Lampung Barat. Menurut Gubernur Mirza, kopi menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Lampung. Pada Kuartal I, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4 persen, yang merupakan angka tertinggi di Sumatera.

Namun, ada tantangan yang perlu diperhatikan. Saat ini, 70 persen ekspor kopi nasional asal Lampung masih berupa green bean atau biji mentah. Untuk meningkatkan nilai tambah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung sedang fokus pada hilirisasi produk kopi. Beberapa pengusaha lokal baru-baru ini mulai mengekspor kopi matang (roasted coffee).

Gubernur Mirza menyatakan bahwa tujuan utama adalah membuat kopi Lampung lebih dikenal, baik di dalam maupun luar negeri. "Kami ingin kopi Lampung benar-benar diberikan nilai tambah dan diproduksi di Provinsi Lampung," ujarnya.

Pertumbuhan Sektor Pariwisata

Setelah kopi, sektor pariwisata menjadi kekuatan perekonomian kedua di Lampung. Menurut data dari pihak gubernur, terjadi peningkatan pengunjung domestik pada tahun 2025. Pada 2024, tercatat 18 juta kunjungan wisatawan, sementara pada 2025 diproyeksikan mencapai 28 juta pengunjung.

Sinergi antara Kopi dan Pariwisata

Menurut Gubernur Mirza, dua sektor tersebut akan dipadukan untuk memperkuat ekonomi daerah. Dia berharap para wisatawan yang berkunjung menjadi duta atau agen promosi yang ikut mempromosikan kopi Lampung.

"Bayangkan kalau 30 juta wisatawan dari seluruh Indonesia pulang ke rumahnya mencoba kopi Lampung. Kemudian suka, maka kopi Lampung akan semakin terkenal dan harganya akan semakin tinggi. Akhirnya, hal ini akan meningkatkan kualitas dan ekonomi di Provinsi Lampung," ujar Kiyai Mirza, sapaan karib Gubernur.

Berbagai Aktivitas dalam Lampung Fest 2025

Selain itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Bobby Irawan, menyebutkan bahwa Lampung Fest 2025 juga akan menampilkan berbagai pameran, seperti Paviliun Kopi, Ekspos Pembangunan dan Pelayanan Publik, serta UMKM Nusantara Expo. Acara ini melibatkan sekitar 250 UMKM, termasuk pelaku kopi keliling.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan