
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta Utara
Pada Jumat, 7 November 2025, sebuah ledakan yang mengguncang SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, menyebabkan sebanyak 54 siswa dilarikan ke rumah sakit. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budhi Hermanto menyampaikan bahwa selain luka bakar dan goresan, banyak dari korban mengalami gangguan pendengaran akibat dentuman ledakan yang sangat dekat dalam ruangan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Termasuk banyak dari siswa ini yang sedikit banyak terganggu pendengarannya, karena dentuman ledakan itu sangat dekat dalam suatu ruangan,” kata Budhi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya.
Dari 54 siswa yang menjadi korban, 27 orang dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta, sedangkan 6 lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Yarsi. Meski demikian, 21 dari 54 korban tersebut telah dinyatakan pulih dan boleh pulang malam ini. Sementara, 33 lainnya masih dalam penanganan medis.
Insiden ledakan di kawasan SMAN 72 Jakarta terjadi ketika salat Jumat sedang berjalan. Diduga terjadi dua ledakan di sekolah yang beralamat di Jalan Prihatin Nomor 87, RT 08 RW 02, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara itu.
Ledakan pertama terjadi dari dalam musala lantai tiga saat khotbah kedua. Ledakan ini menyebabkan kaca pecah dan kepulan asap serta memicu kepanikan siswa dan guru. Sementara, ledakan kedua menyusul beberapa menit kemudian dari area kantin yang berada di belakang sekolah.
Ledakan tersebut diketahui juga menimbulkan kebakaran. Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta (Gulkarmat Jakarta) telah diterjunkan ke lokasi. Dua unit mobil pemadam kebakaran beserta sepuluh petugas dikerahkan ke lokasi tersebut.
"Situasi (masih) proses pemadaman, status kebakaran kuning," demikian bunyi siaran pers Command Center Sudin Gulkarmat Jakarta pada Jumat.
Korban Membutuhkan Perawatan Medis Intensif
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan ada empat korban ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang harus menjalani operasi karena mengalami luka cukup parah. Ia menyampaikan ini usai membesuk para korban di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Jumat sore.
Ia menjelaskan bahwa keempat korban tersebut menderita luka parah di bagian rahang, kepala, dan wajah. "Yang dioperasi ada empat, yang masih dalam perawatan sekitar 20," ujar Dasco.
Proses Penanganan dan Upaya Pemulihan
Saat ini, pihak rumah sakit dan instansi terkait sedang bekerja sama untuk memastikan semua korban mendapatkan perawatan yang optimal. Tim medis terus memantau kondisi kesehatan para korban, baik yang sudah pulih maupun yang masih dalam perawatan. Selain itu, tim psikolog juga turut terlibat dalam memberikan dukungan mental kepada para siswa dan keluarga yang terkena dampak insiden ini.
Proses penyelidikan oleh pihak kepolisian juga terus berlangsung guna mengetahui penyebab pasti dari ledakan tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Kondisi Terkini di Sekolah
Sekolah tempat kejadian tersebut sementara waktu ditutup untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Seluruh ruangan dan fasilitas di dalamnya diperiksa untuk memastikan tidak ada risiko bahaya yang tersisa. Sementara itu, para siswa yang belum pulih akan tetap dirawat hingga kondisi mereka benar-benar stabil.
Seluruh masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan moral dan material bagi para korban ledakan. Banyak komunitas dan organisasi sosial telah menawarkan bantuan dalam bentuk donasi atau kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh para korban dan keluarga mereka.
Kesimpulan
Insiden ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta Utara menjadi peringatan penting tentang pentingnya kesadaran akan keamanan dan keselamatan di lingkungan pendidikan. Pihak sekolah dan pemerintah setempat diharapkan bisa segera mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.