Peninjauan Kondisi Korban Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading
Jajaran Polda Metro Jaya telah melakukan peninjauan terhadap kondisi para korban ledakan yang terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Peninjauan ini dilakukan di RS Yarsi dan RS Islam Jakarta pada Jumat (7/11/2025) sore. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto menyampaikan bahwa pihaknya sempat melihat beberapa korban ledakan dan rata-rata mengalami luka bakar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Beberapa korban mengalami luka bakar, luka goresan, serta banyak dari siswa ini yang sedikit banyak terganggu pendengarannya karena dentuman ledakan sangat dekat dalam ruangan," ujarnya, Sabtu (8/11/2025).
Menurut Bhudi, sebanyak 21 siswa yang menjalani perawatan medis di rumah sakit sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah memasang garis polisi agar tidak ada orang yang sembarangan masuk ke lokasi kejadian, karena bisa merusak tempat kejadian perkara (TKP).
"Kita tahu, kita pahami, apabila suatu TKP ledakan, ini tidak bisa serta-merta seseorang masuk. Itu harus ada sterilisasi, dikhawatirkan ada benda ataupun barang yang bisa memicu atau menjadi suatu ledakan kemudian," tegasnya.
Saksi Menggambarkan Suasana Panik Saat Ledakan Terjadi
Beberapa siswa yang berada di lokasi kejadian menggambarkan suasana panik yang terjadi saat ledakan terjadi. Salah satu siswa yang menjadi saksi mata mengatakan, "Lagi mau qomat, tiba-tiba ada ledakan dari tengah masjid."
Ledakan tersebut membuat para jemaah, termasuk siswa dan guru, berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Sebagian lain berusaha menolong korban yang tergeletak di lokasi. “Setelah itu ada ledakan lagi,” tambahnya. “Bunyinya sangat memekakkan telinga, bahkan sempat kelihatan percikan api.”
Beberapa siswa menyebut ledakan berasal dari benda yang diduga bom rakitan. Isu yang beredar di lokasi sempat mengaitkan peristiwa itu dengan dugaan pelaku yang merupakan siswa korban perundungan (bullying), meski kabar tersebut belum terkonfirmasi aparat.
Pengakuan Siswa Tentang Ledakan
“Saya lihat teman-teman banyak yang luka, ada yang kena di kepala, di tangan, juga di kaki. Kena paku,” kata siswa lain yang juga berada di masjid saat kejadian. Ia memastikan suara ledakan bukan berasal dari sound system atau tabung gas.
“Awalnya dikira sound system atau gas LPG meledak, tapi ternyata dari informasi Command Center Damkar, itu bom rakitan,” ujarnya.
Sejumlah korban segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat, termasuk ke RS Islam Cempaka Putih. Polisi bersama tim penjinak bahan peledak (Jihandak) langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan.
Pernyataan Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Wamenko Polhukam) Lodewijk Paulus mengatakan pemerintah menyerahkan sepenuhnya proses pendalaman kepada aparat kepolisian. “Belum-belum, nanti dari pihak kepolisian masih pendalaman. Belum bisa kita mengeluarkan pernyataan mengapa begitu, mengapa begini, karena sedang pendalaman. Kita tunggu saja,” ujar Lodewijk saat ditemui di RS Islam Cempaka Putih.
Pihak kepolisian masih mengamankan area sekolah dan mengumpulkan barang bukti di sekitar masjid tempat ledakan terjadi.