
Polisi memberikan pembaruan terkait kondisi para korban ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara, Jumat (7/11). Dari total 54 orang yang sebelumnya dirawat di rumah sakit, sebanyak 21 orang kini sudah diperbolehkan pulang.
"Dari 54 siswa, 27 berada di RS Islam Jakarta dan 6 di RS Yarsi. Dari jumlah tersebut, kini tersisa 33 orang. Sebanyak 21 orang telah pulang dalam kondisi yang baik," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ia menambahkan, saat ini masih ada 33 orang yang sedang menjalani perawatan medis. Mereka mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya mengalami luka bakar, sementara yang lain mengalami luka goresan.

"Kami meninjau langsung ke RS Yarsi dan RS Islam. Beberapa korban mengalami luka bakar dan luka goresan. Selain itu, banyak siswa yang mengalami gangguan pendengaran akibat dentuman yang sangat dekat di dalam ruangan," jelasnya.
Ia berharap semua korban segera pulih dan bisa kembali ke sekolah seperti rekan-rekan mereka yang sudah pulang.
Polisi juga telah mengidentifikasi pelaku ledakan tersebut. Namun, pihak kepolisian belum mengungkapkan identitas pelaku karena penyelidikan masih berlangsung. Menurut informasi yang didapat, pelaku masih merupakan bagian dari lingkungan sekolah.
Berikut adalah beberapa fakta penting terkait kasus ini:
- Jumlah korban: Total 54 siswa yang terluka dalam kejadian tersebut.
- Lokasi perawatan: 27 siswa dirawat di RS Islam Jakarta, sementara 6 siswa lainnya dirawat di RS Yarsi.
- Kondisi kesehatan: Banyak korban mengalami luka bakar, luka goresan, dan gangguan pendengaran.
- Status pelaku: Identitas pelaku sudah diketahui, namun belum dipublikasikan karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Pihak kepolisian juga memastikan bahwa seluruh korban mendapatkan perawatan yang optimal. Para siswa yang sudah pulang diberi izin untuk kembali ke rumah setelah dinyatakan sehat oleh tim medis.
Selain itu, pihak sekolah dan keluarga siswa juga turut serta dalam memastikan kebutuhan para korban terpenuhi. Rencananya, pihak sekolah akan melakukan evaluasi terhadap keamanan dan sistem pengawasan di lingkungan sekolah.
Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian juga akan meningkatkan pengawasan di area sekolah dan wilayah sekitarnya. Hal ini dilakukan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Hingga saat ini, penyelidikan terus berlangsung untuk mengungkap alasan pasti di balik kejadian tersebut. Pihak kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secara transparan dan profesional.