
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan laporan terkini mengenai jumlah korban yang meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga Minggu (7/12) pagi. Berdasarkan data tersebut, jumlah korban tewas mencapai 916 orang. Sementara itu, jumlah korban yang masih hilang berkurang menjadi 274 jiwa.
Dari data yang dirilis oleh BNPB, saat ini terdapat sebanyak 849.133 pengungsi di tiga provinsi yang terdampak bencana. Wilayah Aceh Tamiang menjadi daerah dengan jumlah pengungsi terbesar, yaitu sekitar 262.100 orang. Diikuti oleh Aceh Timur dengan 163.000 pengungsi dan Aceh Utara dengan total 115.000 pengungsi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selain itu, jumlah korban luka tercatat sebanyak 4.200 orang. Korban meninggal terbanyak ditemukan di Kabupaten Agam dengan 172 jiwa, disusul oleh Aceh Utara dengan 128 jiwa, serta Tapanuli Tengah dengan 102 jiwa.
Di Provinsi Aceh, jumlah korban meninggal tercatat sebanyak 359 orang, sementara 94 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Sebanyak 3.500 jiwa terluka, dan 97.400 rumah rusak.
- Beberapa hari setelah banjir bandang melanda Kabupaten Agam, jumlah korban meninggal terus bertambah.
- Freeport Indonesia meraih GeoInnovation Award 2025 berkat inovasi detektor kebisingan.
- Kementerian Dalam Negeri melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Aceh Selatan karena ketidakhadirannya saat bencana banjir.
Di Sumatera Utara, jumlah korban meninggal tercatat sebanyak 329 orang, dengan 82 orang lainnya masih hilang. Sebanyak 647 masyarakat terluka, dan 2.400 rumah rusak.
Sementara itu, di Sumatera Barat tercatat 228 korban meninggal dan 98 orang masih hilang. Jumlah korban terluka sebanyak 112 orang, serta 6.100 rumah rusak.
BNPB juga melaporkan kerusakan bangunan akibat bencana tersebut. Total kerusakan mencapai 121.000 rumah di 51 kabupaten/kota yang terdampak.
Selain itu, berbagai fasilitas publik dan infrastruktur juga mengalami kerusakan. Kerusakan meliputi: * 1.100 fasilitas umum * 270 fasilitas kesehatan * 509 fasilitas pendidikan * 338 rumah ibadah * 221 gedung atau kantor * 405 jembatan
Perlu dilakukan upaya penanganan darurat untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi, seperti makanan, air bersih, tempat tinggal sementara, dan layanan kesehatan. Selain itu, pemulihan infrastruktur dan fasilitas publik menjadi prioritas utama agar kehidupan masyarakat dapat kembali normal.