Korsel: Korea Utara Uji Coba Rudal Saat Iran Tutup Selat Hormuz

Korsel: Korea Utara Uji Coba Rudal Saat Iran Tutup Selat Hormuz
Korsel: Korea Utara Uji Coba Rudal Saat Iran Tutup Selat Hormuz

Peluncuran Rudal Balistik Jarak Pendek oleh Korea Utara

Korea Utara kembali meluncurkan rudal balistik jarak pendek di wilayah Semenanjung Korea dan Jepang. Peluncuran ini terjadi pada Minggu (19/4/2026) pagi waktu setempat, dengan lokasi peluncuran berada di kawasan Sinpo, sebuah kota pelabuhan di pesisir timur Korea Utara.

Menurut laporan dari Kementerian Pertahanan Korea Selatan, peluncuran dimulai sekitar pukul 06.10. Pihak militer Korsel menyatakan bahwa mereka terus memantau pergerakan Korea Utara dalam kerangka pertahanan gabungan bersama Amerika Serikat. Tujuannya adalah untuk memastikan kemampuan tanggap terhadap setiap provokasi yang mungkin terjadi.

Peluncuran rudal ini disebut sebagai pelanggaran terhadap resolusi PBB. Tindakan Pyongyang dilakukan saat perhatian dunia sedang tertuju pada krisis di Timur Tengah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan ketegangan yang semakin meningkat di kawasan Pasifik.

Peringatan dari Kepala IAEA

Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, yang sedang berada di Zona Demiliterisasi (DMZ), memberikan peringatan mengenai fokus dunia terhadap Timur Tengah. Ia menekankan bahwa ketegangan di Pasifik tidak boleh diabaikan.

"Saat perhatian dunia terfokus pada perkembangan di Timur Tengah, kita tidak boleh melupakan ketegangan dan perpecahan di tempat lain, termasuk di Semenanjung Korea ini," ujarnya. Grossi juga mendesak Korea Utara untuk kembali berdialog melalui meja diplomasi.

Namun, perwakilan tetap Korea Utara di PBB sebelumnya telah menolak campur tangan IAEA. Mereka menganggap urusan nuklir negara mereka sebagai masalah internal yang tidak bisa diintervensi oleh pihak luar.

Krisis di Timur Tengah Memperburuk Ketegangan

Sementara itu, situasi di Timur Tengah kembali memanas. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan penutupan total Selat Hormuz. Jalur pelayaran vital ini sebelumnya sempat dibuka untuk kapal-kapal internasional.

Teheran menyatakan bahwa penutupan akan berlangsung sepenuhnya hingga Amerika Serikat mencabut blokade terhadap pelabuhan dan kapal-kapal Iran. Mereka menganggap blokade AS sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.

"Setiap kapal yang melanggar penutupan ini akan menjadi target serangan," demikian pernyataan resmi IRGC yang dikutip oleh media pemerintah Iran.

Peringatan dari Pejabat Iran

Ketua Parlemen sekaligus negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan ketidakpercayaannya terhadap Amerika Serikat. Ia memperingatkan bahwa pertempuran bisa pecah kembali "kapan saja" jika tuntutan Iran tidak dipenuhi.

Respon terhadap ancaman tersebut, radio nasional Israel melaporkan bahwa militer Israel telah berada dalam status siaga tinggi (high alert) mengantisipasi runtuhnya kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.

Kesimpulan

Peristiwa peluncuran rudal oleh Korea Utara dan krisis di Timur Tengah menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik di kawasan Asia-Pasifik dan Timur Tengah terus meningkat. Diperlukan upaya diplomasi yang lebih intensif untuk mencegah eskalasi konflik. Di sisi lain, kebijakan pihak-pihak terkait seperti AS dan Iran juga memengaruhi stabilitas regional.