
Pendataan Anak Tidak Sekolah di Kecamatan Pangenan
Korwil Bidik Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, terus melakukan pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah tanpa tindak lanjut dari pihak pendidikan. Pendataan ini dilakukan secara berkala dan melibatkan berbagai pihak, seperti pemerintah desa, operator sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama.
Sebelumnya, data pemerintah pusat mencatat sekitar 447 anak ATS di Kecamatan Pangenan. Namun, Korwil Bidik menilai data tersebut tidak sesuai dengan kondisi lapangan karena merupakan data lama, sekitar lima tahun lalu. Berdasarkan data terbaru tahun 2024, hanya terdapat lima anak ATS, dan semuanya telah kembali melanjutkan pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Data ATS dari pusat yang mencapai ratusan anak itu tidak benar. Itu data lama, sekitar lima tahun lalu. Setiap tahun, sekolah selalu melaporkan data kelulusan dan siapa saja yang melanjutkan atau tidak. Bila ada yang tidak melanjutkan, kami langsung mendatangi rumahnya untuk mendorong agar kembali bersekolah,” ujar Mohammad, Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan (Korwil Bidik) Kecamatan Pangenan, usai acara di kantor Korwil, Jumat (7/11/2025).
Mohammad menjelaskan bahwa temuan di lapangan menunjukkan angka ATS jauh lebih rendah. Lima anak yang terdata pada tahun 2024 pun sudah berhasil kembali bersekolah melalui program PKBM. “Kami datang langsung ke rumah mereka. Alhamdulillah, semuanya merespons baik dan akhirnya melanjutkan pendidikan,” jelasnya.
Proses pendataan ATS melibatkan kerja sama yang erat antara pihak sekolah dan pemerintah desa. Setiap kelulusan, pihak sekolah mendata siapa yang melanjutkan dan siapa yang tidak. Untuk memastikan keakuratan data, Korwil Bidik juga melakukan konfirmasi ke sekolah yang dituju. Bila diketahui tidak melanjutkan, pihak Korwil akan turun langsung ke rumah memberikan pemahaman agar anak kembali bersekolah.
- Dalam proses pendataan ini, Korwil Bidik juga mengajak masyarakat untuk aktif dalam memantau kondisi anak-anak di lingkungan mereka.
- Mereka meminta orang tua untuk ikut berperan aktif dalam memastikan anak tetap bersekolah, baik di sekolah negeri, swasta, maupun melalui PKBM.
- Menurut Mohammad, peran orang tua sangat penting dalam suksesnya program pendidikan, terutama dalam memastikan kelanjutan sekolah anak hingga jenjang yang lebih tinggi.
Peran Penting Pihak Terkait
Pendataan ATS tidak hanya dilakukan oleh Korwil Bidik, tetapi juga melibatkan berbagai pihak seperti:
- Pemerintah Desa: Bertugas untuk memantau kondisi anak di wilayahnya dan memberikan informasi kepada Korwil Bidik.
- Operator Sekolah Dasar dan Menengah Pertama: Melakukan pendataan kelulusan dan pelacakan anak yang tidak melanjutkan pendidikan.
- Sekolah Tujuan: Memberikan konfirmasi apakah anak yang dinyatakan ATS benar-benar tidak melanjutkan pendidikan.
Dengan adanya kolaborasi ini, data yang dihimpun menjadi lebih valid dan mutakhir. Selain itu, Korwil Bidik juga mengadakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan bagi anak-anak.
Tindakan Lanjut
Setelah data diperoleh, Korwil Bidik melakukan tindakan lanjut berupa kunjungan ke rumah anak yang dinyatakan ATS. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman dan dorongan agar anak kembali bersekolah. Hal ini dilakukan dengan pendekatan yang ramah dan menyentuh hati, sehingga anak dan orang tua dapat merasa didukung.
Selain itu, Korwil Bidik juga bekerja sama dengan PKBM untuk memberikan alternatif pendidikan bagi anak yang tidak bisa kembali ke sekolah formal. Program PKBM ini dirancang agar anak tetap bisa mendapatkan akses pendidikan meskipun tidak bersekolah di sekolah umum.
Harapan Masa Depan
Mohammad berharap semua pihak, terutama orang tua, dapat terus mendukung program pendidikan di Kecamatan Pangenan. Ia menekankan bahwa pendidikan adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik. Dengan dukungan bersama, diharapkan tidak ada lagi anak yang terlewat dalam sistem pendidikan.