
Gubernur Wayan Koster Perkuat Ekonomi Berbasis Kelautan
BULELENG Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi berbasis kelautan melalui kebijakan pemberdayaan garam lokal. Ia menyatakan bahwa selama bertahun-tahun, garam tradisional dari daerah seperti Les, Tejakula, dan Amed sempat terpinggirkan akibat aturan standar yodium.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Namun, setelah koordinasi intensif antara Pemerintah Provinsi Bali, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Badan POM, kini garam lokal Bali telah dinyatakan aman dan layak edar. Hal ini menjadi langkah penting dalam mengembangkan produk lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Garam tradisional Bali kini tidak hanya dijual di pasar modern dan hotel-hotel, tetapi juga sudah diekspor ke Jepang. Ini bukti bahwa produk rakyat Bali diakui dunia, ujar Gubernur Wayan Koster saat membuka Festival Bahari Jaladhi Vistara 2025 di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Sabtu (25/10).
Menurutnya, Pemprov Bali telah menerbitkan surat edaran Gubernur Bali Nomor 17 Tahun 2021 agar garam lokal menjadi prioritas konsumsi dan distribusi di hotel, restoran, dan pasar ritel. Kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi ekonomi Bali menuju ekonomi berbasis kelautan, pertanian, dan kearifan lokal.
Langkah Konkret untuk Konservasi Laut
Pembukaan festival Bahari Jaladhi Vistara 2025 kemarin ditandai dengan penenggelaman 5.600 bibit terumbu karang di perairan Laut Bondalem. Langkah ini menjadi simbol komitmen Pemprov Bali dalam menjaga keberlanjutan lingkungan laut sekaligus meningkatkan potensi ekonomi masyarakat sekitar.
Selain itu, Pemprov Bali saat ini sedang menyiapkan skema jaminan bagi penyelam konservasi agar dapat bekerja dengan aman dan berkelanjutan. Dengan adanya perlindungan tersebut, diharapkan aktivitas konservasi laut dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat jangka panjang.
Langkah kecil seperti ini mungkin terlihat sederhana, tapi dampaknya luar biasa bagi keberlanjutan alam dan ekonomi rakyat, tutur Koster.
Pengembangan Ekonomi Berbasis Sumber Daya Lokal
Gubernur Wayan Koster menekankan bahwa pengembangan ekonomi Bali harus berlandaskan pada sumber daya alam dan kearifan lokal. Dengan fokus pada sektor kelautan, pihaknya berupaya memastikan bahwa masyarakat Bali bisa merasakan manfaat dari potensi alam yang dimiliki.
Salah satu contohnya adalah pengembangan garam lokal yang kini mulai mendapat perhatian dari pasar internasional. Hal ini menunjukkan bahwa produk-produk lokal Bali memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global.
Selain itu, Pemprov Bali juga terus berupaya memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk lembaga pemerintah dan swasta, untuk menciptakan sinergi dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Kedepan, Bali Menjadi Pusat Ekonomi Berbasis Kelautan
Dengan berbagai inisiatif yang telah dilakukan, Pemprov Bali berharap bisa menjadi pusat ekonomi berbasis kelautan yang berkelanjutan. Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pemanfaatan sumber daya alam secara optimal dan berkelanjutan.
Melalui program-program seperti Festival Bahari Jaladhi Vistara, diharapkan masyarakat Bali semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan laut serta memaksimalkan potensi ekonomi yang ada di sekitar wilayah pesisir.
Komitmen Gubernur Wayan Koster dalam memperkuat ekonomi berbasis kelautan menjadi langkah strategis yang diharapkan mampu membawa Bali menuju masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.