
aiotrade.CO.ID - JAKARTA.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah uang dalam bentuk uang kertas rupiah saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, pada Jumat (7/11/2025) malam hari. Meski demikian, KPK belum memberikan informasi pasti tentang jumlah uang yang disita dalam operasi tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Tim juga mengamankan sejumlah uang tunai dalam bentuk mata uang rupiah,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam pernyataannya, Sabtu (8/11/2025).
Dari total 13 orang yang diamankan dalam OTT tersebut, enam di antaranya tidak dibawa ke Gedung KPK karena keterangan yang diperlukan sudah cukup. Sementara itu, tujuh orang lainnya tiba di Gedung Merah Putih KPK dan akan menjalani pemeriksaan lanjutan secara intensif.
“Tujuh orang sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK. Selanjutnya, pihak-pihak yang diamankan dalam kegiatan tangkap tangan tersebut akan dilakukan pemeriksaan lanjutan secara intensif,” jelas Budi.
Sebelumnya, KPK menyebutkan bahwa selain Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, beberapa pejabat lain seperti Sekretaris Daerah (Sekda) hingga Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) juga ditangkap dalam OTT tadi malam.
Budi Prasetyo menambahkan, enam orang telah tiba di Gedung Merah Putih pada pagi hari Sabtu. Mereka adalah Bupati, Sekda, Dirut RSUD, Kabid Mutasi Setda, serta tiga orang dari kalangan swasta. Salah satu dari mereka adalah adik Bupati.
Bupati Ponorogo Sugiri tiba di Gedung Merah Putih pada pukul 08.10 WIB. Dia terlihat turun dari mobil hitam bersama beberapa orang lainnya.
Beberapa poin penting terkait OTT ini meliputi:
- Jumlah Orang yang Diamankan: Total ada 13 orang yang terlibat dalam OTT. Enam di antaranya tidak dibawa ke Jakarta karena keterangannya sudah cukup.
- Pemeriksaan Lanjutan: Tujuh orang yang tiba di Gedung KPK akan menjalani pemeriksaan intensif untuk memperoleh informasi lebih lanjut.
- Pejabat yang Ditangkap: Selain Bupati, pejabat lain seperti Sekda, Dirut RSUD, dan Kabid Mutasi Setda juga turut diamankan.
- Keterlibatan Pihak Swasta: Tiga orang dari kalangan swasta turut menjadi tersangka dalam kasus ini. Salah satunya adalah saudara kandung Bupati.
Operasi ini menunjukkan komitmen KPK dalam memerangi korupsi di tingkat daerah. Penyelidikan terhadap para tersangka akan terus berlangsung untuk menentukan apakah ada indikasi tindak pidana korupsi yang terjadi.