
Penyidikan Kasus Pemerasan Sertifikasi K3 Dalam Proses
KPK sedang menyelesaikan penyidikan terkait dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Kasus ini telah menjerat sejumlah tersangka, termasuk eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel. Penyidik KPK kini tengah menyelesaikan berkas penyidikan untuk 11 orang tersangka.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut juru bicara KPK, Budi Prasetyo, proses penyidikan sudah hampir selesai. Setelah itu, pihak penyidik akan melanjutkan ke Tahap II dengan melimpahkan tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum (JPU).
Jadwal Pelimpahan Tersangka
Budi menjelaskan bahwa pelimpahan Tahap II akan dilakukan pada Kamis (18/12) besok. Kejadian ini akan berlangsung di Gedung Merah Putih. Setelahnya, JPU akan menyusun surat dakwaan agar para tersangka dapat disidangkan.
Latar Belakang Kasus Pemerasan Sertifikasi K3
Kasus ini pertama kali terungkap saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (20/8) malam. Dalam OTT tersebut, sebanyak 14 orang diamankan. Dari jumlah tersebut, 11 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Noel.
Dalam konferensi pers yang digelar, KPK mengungkapkan bahwa pemerasan terjadi antara tahun 2019 hingga 2024. Dalam proses penerbitan sertifikat, harga dibuat tinggi dan uangnya mengalir ke sejumlah pejabat. Nilai total yang dikumpulkan mencapai Rp 81 miliar.
Uang yang Mengalir ke Pejabat
Di balik kasus ini, ada seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemnaker yang diduga menerima uang terbesar, yaitu sekitar Rp 69 miliar. Ia adalah Irvian Bobby Mahendro (IBM), yang pernah menjabat sebagai Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 dari tahun 2022 hingga 2025.
Uang tersebut digunakan untuk berbagai keperluan seperti belanja, hiburan, pembelian DP rumah, serta setoran tunai kepada sejumlah pihak. Selain itu, IBM juga diduga menggunakan uang tersebut untuk membeli mobil mewah.
Noel, yang pernah menjabat sebagai Wamenaker, diduga menerima jatah sebesar Rp 3 miliar dan motor Ducati Scrambler. Uang tersebut diterimanya pada Desember 2024, atau dua bulan setelah ia dilantik menjadi Wamenaker.
Penolakan dan Permintaan Maaf
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Noel menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah pihak. Ia juga membantah telah di-OTT oleh KPK dan menyatakan bahwa kasus yang menjeratnya tidak terkait pemerasan.
Noel berharap mendapat amnesti dari Presiden Prabowo Subianto setelah dijerat sebagai tersangka. Saat ini, ia telah diberhentikan oleh Presiden Prabowo Subianto dari jabatan Wamenaker.
Pengembangan Kasus dan Penambahan Tersangka
Belakangan, KPK mengembangkan perkara ini dan menetapkan tiga tersangka baru. Mereka adalah:
- Sesditjen Binwasnaker dan K3 Kemnaker, Chairul Fadhly Harahap;
- Kabiro Humas Kemnaker, Sunardi Manampiar Sinaga;
- Eks Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemnaker, Haiyani Rumondang.
Para tersangka baru ini diduga turut menerima aliran uang dalam kasus pemerasan ini.